5 Ribu Ton Daging Kerbau Impor Bulog Datang Pekan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging kerbau. shutterstock.com

    Ilustrasi daging kerbau. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso, mengatakan akan mendatangkan 5 ribu ton daging kerbau impor asal India. Langkah ini untuk menambah ketersediaan stok daging menghadapi bulan puasa dan lebaran.

    Baca: Hitung-hitungan Pemerintah Menjamin Peternak Sapi Tidak Rugi

    "Kami datangkan untuk menambah yang 35 ribu (stok daging kerbau saat ini), sehingga pekan depan sudah ada 40 ribu (stok)," kata Karyawan Gunarso saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Ahad, 28 Mei 2017.

    Baca: Pengusaha Minta Stok Daging Sapi Ditambah Menjelang Ramadan

    Karyawan menuturkan dia tak bisa memprediksikan harga sampai hari raya nanti, namun dia menyatakan pihaknya bekerja agar harga daging stabil. Selain itu menurut Karyawan, Bulog hanya salah satu dari importir yang ditugaskan pemerintah mengimpor daging.

    Dari data Badan Pusat Statistik di minggu ini harga daging sapi eceran adalah Rp 114.110 per kilogram. Sedangkan dari data yang diperoleh dari Kementerian Perdagangan harga daging sapi eceran adalah Rp 114.687 per kilogram.

    Sementara stok daging kerbau impor sampai 26 Mei 2017 adalah 35,37 ribu ton. Angka ini masih mungkin bertambah karena standby impor sampai Desember 2017 adalah 51,27 ribu ton. Standby impor ini bisa dimasukkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dan 5 ribu ton di antaranya masuk di pekan depan.

    Stok daging sapi di gudang Bulog saat ini sebesar 279 ton, dan belum ada perintah memasukkan kembali daging sapi impor. Sedangkan harga daging beku impor ditetapkan sebesar Rp 80 ribu per kilogram.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.