Telkomsel Berkomitmen dalam Bangun Jaringan 4G di Perbatasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pejabat Telkomsel Area Jawa Bali mempromosikan jaringan 4G hadir di semua kabupaten kota di Jawa-Bali, 21 Desember 2016. Masyarakat pedesaan bisa menikmati jaringan 4G untuk semua kegiatan usahanya. Foto: Budi Purwanto

    Sejumlah pejabat Telkomsel Area Jawa Bali mempromosikan jaringan 4G hadir di semua kabupaten kota di Jawa-Bali, 21 Desember 2016. Masyarakat pedesaan bisa menikmati jaringan 4G untuk semua kegiatan usahanya. Foto: Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Balikpapan - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menyatakan komitmen mereka dalam membangun jaringan 4G di area perbatasan Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Perusahaan telekomunikasi kelir merah ini ingin memangkas kesenjangan telekomunikasi antara warga perkotaan dan perbatasan.

    "Kami ingin memangkas kesenjangan layanan telekomunikasi di perbatasan dan perkotaan," kata Executive Vice President Telkomsel Area Pamasuka, Agus Setia Budi, Sabtu, 27 Mei, 2017.

    Baca: Telkom Raih The Most Trusted Company di GCG Award 2016

    Agus mengatakan, beberapa area perbatasan saat ini sudah mulai menikmati teknologi 4G Telkomsel, yakni Nunukan, Malinau, Sambas, Bengkayang, Skouw, Kepulauan Talaud, Merauke dan Mahakam Hulu. Area ini merupakan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia dan Papua Nugini. "Kami harap keberadaan teknologi ini mampu memberikan pengalaman gaya hidup digital terbaik dan mendukung kehidupan masyarakat sehari hari," ujarnya.

    Sebagai operator terbesar di Indonesia, Agus menyebutkan, Telkomsel berusaha mengkedepankan dampak positif teknologi demi membantu masyarakat. Jaringan Telkomsel dapat membuka akses telekomunikasi menjangkau ke seluruh pelosok wilayah Indonesia.

    Dalam beberapa kasus, Agus mengungkapkan, Telkomsel sendirian membuka akses telekomunikasi di sejumlah wilayah terpencil. Wilayah tersebut diantaranya Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, Kaimana, Manokwari Selatan, Asmat, Deiyai, Dogiyai, Lanny Jaya, Puncak Jaya, Mamberamo Raya, Miangas, Timpas Kuala Kapuas, Lamandau, Kudangan, Mahakam Ulu dan Entikong.

    Baca: Telkomsel Luncurkan Jaringan 4G di Samarinda dan Tenggarong

    "Perusahaan operator telekomunikasi lain akan berhitung biaya membuka investasi di perbatasan. Kalau Telkomsel tidak memandang secara bisnis saja, namun juga kepentingan bangsa," tutur Agus.

    Telkomsel mengakui ada peralihan gaya hidup pelanggan telekomunikasi saat ini. Para pelanggan operator seluler klir merah saat ini bergeser memanfaatkan layanan komunikasi berbasis data.

    Pertumbuhan pelanggan data ini mulai teridentifikasi sejak Telkomsel meluncurkan jaringan teknologi 3G pada 2012 lalu. Pertumbuhan pelanggan data makin signifikan sejak Telkomsel Balikpapan meluncurkan jaringan teknologi 4G pada tahun 2016 silam.

    Baca: Akhir Tahun, Pengguna Data Telkomsel Melonjak

    Kini, menurut Agus, masyarakat sudah akrab dengan komunikasi berbasis data dan memanfaatkan aplikasi Whatsapp, Lines, BBM dan lainnya. Sarana teknologi 4G juga meningkatkan kualitas layanan nonton paketan hiburan nonton film berbayar seperti Hooq dan Viu.

    Telkomsel Area Papua Sulawesi dan Kalimantan memiliki 39 juta pelanggan dimana 20 juta diantaraya pengguna layanan data. Telkomsel sudah menyiapkan 33 ribu jaringan BTS yang 50 persen diantaranya dimanfaatkan untuk mensuport kebutuhan akses data dan mobile lifestyle. Karena jumlah pelanggan yang signifikan itu, menurut Agus, Telkomsel tidak akan menutup mata untuk mengembangkan jaringan 4G di berbagai belahan Nusantara.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.