Bom di Kampung Melayu, Menhub Minta Pengamanan Mudik Ditambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melihat kondisi dua gerbong kereta Kerta Jaya pasca terbakar, di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, 25 Agustus 2016. Menhub menyerahkan proses penyelidikan kebakaran itu ke Tim Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melihat kondisi dua gerbong kereta Kerta Jaya pasca terbakar, di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, 25 Agustus 2016. Menhub menyerahkan proses penyelidikan kebakaran itu ke Tim Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta keamanan fasilitas transportasi mudik lebaran ditingkatkan. Dia tak ingin kejadian teror menggunakan bom di halte Kampung Melayu terulang.

    "Beberapa hari lalu ada kejadian teroris di Kampung Melayu, maka kami meminta secara khusus agar pengelola bandara, stasiun, dan pelabuhan melakukan standar pengamanan yang baru," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 26 Mei 2017. Menurut dia, pengamanan yang baru harus lebih lugas.

    Baca: Masyarakat Gelar Aksi Mengutuk Teror Bom Kampung Melayu

    Budi pun meminta aparat tak hanya melakukan pengamanan terbuka. Dalam pengamanan terbuka, aparat bertugas menggunakan seragam seperti biasa. Ia mengusulkan anggota polisi dan TNI menyamar saat bertugas. "Seperti menggunakan pakaian preman," katanya.

    Baca: Mudik 2017, Kemenhub Tuntaskan Uji Laik 532 Pesawat Terbang

    Dua ledakan terjadi di halte Kampung Melayu, Rabu, 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00. Ledakan melukai 16 orang dan lima orang di antaranya tewas. Dua dari orang yang tewas merupakan pelaku teror.

    Budi mengimbau masyarakat agar tidak takut dengan kejadian di Kampung Melayu. Dia memastikan pemerintah telah melakukan upaya pengamanan. "Dan kita sesama umat saling mendoakan selamat," katanya.

    Selain keamanan, Budi juga meminta keselamatan masyarakat lebih diperhatikan. Dari sektor udara, pemerintah memantau kesiapan di bandara dan pesawat. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan pihaknya bertugas mempersiapkan 35 bandara yang akan digunakan untuk arus mudik. "Kami juga melakukan ramp check terhadap 532 pesawat yang melayani arus mudik," kata dia. Hingga hari ini, sebanyak 510 pesawat sudah selesai diuji. Sisanya akan dirampungkan esok hari.

    Sementara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengecek kesiapan pelabuhan dan kapal. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono mengklaim telah mengecek 1.278 kapal. "Sampai menjelang operasi akan kami cek terus karena tidak menutup kemungkinan akan berkurang karena ada kerusakan," ujarnya.

    Terkait keselamatan di laut, Budi menegaskan agar batas toleransi jumlah penumpang menjadi perhatian utama. "Laut ini paling riskan," katanya.

    Untuk keselamatan di darat, pemerintah memeriksa kondisi bus hingga kereta api. Pemerintah telah mengecek 450 lokomotif dan 1.700 gerbong kereta yang akan beroperasi saat arus mudik lebaran.

    Budi menyatakan persiapan sarana dan prasarana transportasi untuk mudik lebaran tahun ini hampir matang. Kesiapannya saat ini sudah mencapai 80 persen. Dia mengatakan pemerintah masih akan berkoordinasi untuk melengkapi persiapan mudik lebaran tahun ini.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.