Manado Dapat Tambahan Pasokan Rawit 20 Ton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cabai rawit merah. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Cabai rawit merah. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Manado -- Kota Manado dipastikan mendapat tambahan pasokan rica atau cabai rawit 20 ton jelang bulan suci ramadan. Secara keseluruhan, pasokan komoditas utama di ibukota Sulawesi Utara itu dipastikan terjamin.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Soekowardojo, mengatakan tambahan pasokan rawit diharapkan membuat harga stabil. Pasalnya, dalam empat bulan terakhir, cabai rawit merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi Sulut yang mencapai 2,49 persen.

    Dia menambahkan, pasokan rica bertambah berkat panen raya Kelompok Tani Mapalus, salah satu kelompok tani binaan BI di Sulut. Soekowardojo menyebut, Kelompok Tani Mapalus bakal bakal bisa memproduksi cabai sebanyak 20 ton.

    "[Pasokan] Ini sangat penting bagi pengendalian inflasi menjelang Ramadan," ujarnya di Manado, Jumat, 26 Mei 2017.

    Berdasarkan data dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rica hari ini di Sulawesi Utara mencapai Rp60.000 per kg. Dalam empat bulan terakhir, harga rica memang bergejolak.

    Bisnis.com mencatat, selama dua pekan di Maret 2017, harga rica di Sulawesi Utara (Sulut) merangkak dari Rp98.750 per kg menjadi Rp120.000 per kg lalu melandai hingga posisi Rp31.000 per kg per 7 April 2017. Harga kemudian merangkak ke level Rp65.000 di awal Mei 2017.

    Soekowardojo mengatakan, pihaknya bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sulut melakukan beragam cara guna menjaga harga rica tetap terjangkau. BI bersama TPID dan Pemerintah Kota Manado misalnya telah memulai gerakan bertanam cabai dan tomat.

    BI membagikan 12.000 bibit cabai dan tomat kepada masyarakat di 12 wilayah kecamatan Kota Manado. Pembagian bibit kepada rumah tangga ini diestimasi bisa menambah produksi cabai dan tomat sebanyak 12 ton saat panen perdana.

    Soekowardojo menekankan, selain cabai, BI juga tengah fokus mengendalikan harga tomat sayur. Pasalnya, harga komoditas ini juga mengalami lonjakan dalam empat bulan pertama 2017. Kontribusi tomat sayur dan kenaikan tarif tenaga listrik dalam tahun berjalan membentuk inflasi hingga 1,5 persen.

    Tingkat inflasi tahun berjalan di April 2017 menurut Soekowardojo terbilang tinggi karena sepanjang tahun lalu, inflasi hanya mencapai 0,35 persen. Adapun sepanjang tahun ini, BI menargetkan inflasi bergerak di kisaran 3 persen+--5 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.