Macet dan Butuh Gasolin? Pemudik Bisa Beli BBM Mobile Pertamina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan terjebak macet di exit Tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, 30 Juni 2016. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Kendaraan terjebak macet di exit Tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, 30 Juni 2016. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menghadapi arus mudik Lebaran 2017 PT Pertamina Marketing Operation Regional IV menyiapkan satuan tugas khusus untuk memantau kebutuhan dan antisipasi lonjakan permintaan bahan bakar minyak.

    General Manager Pertamina MOR IV Ibnu Chouldum mengatakan pihaknya menyiapkan 27 kiosk dan serambi BBK mulai dari Pemalang sampai Demak dan Banyumas hingga Sragen.

    Dari ke-27 kiosk dan serambi itu 21 di antaranya dilengkapi armada sepeda motor dan mobil pikap. Ibnu menyebut, kejadian dari kemacetan panjang di Brebes Exit Timur pada 2016 membuat jajarannya membuat kebijakan khusus pada Lebaran tahun ini.

    Pihaknya menyiapkan armada sepeda motor antara satu hingga dua unit di setiap kiosk dan satu armada mobil pikap di jalur tol. Kendaraan pemasok BBM itu, untuk sepeda motor akan membawa kemasan BBK Pertamax, Pertamina Dex dan Dexlte.

    Masing-masing BBK, berkapasitas dua liter dan sepuluh liter. Khusus untuk di jalur tol, mobil pikap hanya membawa kemasan BBK ukuran sepuluh liter saja.

    “Kami menyiapkan motor suplai BBM sebagai antisipasi adanya lonjakan konsumsi BBM di wilayah jalur mudik. Pertamina bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk pengkondisian jalur contra flow apabila kemudian terjadi kemacetan panjang di ruas Pantura,” katanya, Jumat, 26 Mei 2017.

    Ibnu menjelaskan, di wilayah Pejagan Pemalang mulai dari rest area KM 252 hingga keluar tol KM 327 Pemalang akan disediakan serambi dan kiosk BBM. Termasuk pula di jalur fungsional tol Pemalang-Batang dan Batang-Kendal.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.