Meningkat, Jumlah Pemudik Pesawat Diperkirakan 5,5 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat tiba di bandara dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/9). Mereka mudik lebaran menuju kampung halamannya masing-masing. TEMPO/Tri Handiyatno

    Sejumlah penumpang pesawat tiba di bandara dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/9). Mereka mudik lebaran menuju kampung halamannya masing-masing. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memperkirakan pengguna pesawat terbang selama masa mudik Lebaran tahun ini mencapai 5,5 juta orang, meningkat dari sekitar 4,9 juta penumpang tahun lalu.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di Kantor AirNav Indonesia, Cengkareng, Jumat, 26 Mei 2017, mengatakan ada 532 pesawat yang siap mengangkut 5,7 juta penumpang pada masa mudik Lebaran tahun ini.

    "Penumpang akan diangkut dengan tipe pesawat yang berbeda kapasitas, seat-nya juga beda, jadi kapasitas pesawat sudah tersedia sekitar 5.780.000 seat dan dipakai hanya 5,5 juta, sisanya untuk peak days," kata Agus.

    Kementerian Perhubungan juga akan segera menyelesaikan uji kelaikan dan keselamatan 532 pesawat terbang yang disiapkan untuk mengangkup penumpang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

    Uji kelaikan dan keselamatan sudah dilakukan pada 510 pesawat terbang, dan pemeriksaan 22 pesawat lainnya akan segera dituntaskan Sabtu, 27 Mei 2017, sehingga armada telah siap dioperasikan saat Ramadhan tiba.

    Sebanyak 532 pesawat dari 14 maskapai penerbangan itu akan mengangkut penumpang dari dan ke 35 bandara di Indonesia.

    Kementerian Perhubungan tahun ini menetapkan 26 hari masa operasi mudik Lebaran, dari 15 Juni sampai 10 Juli dengan perkiraan masa puncak mudik pada 22 Juni dan balik pada 2 Juli.


    Baca juga: (Bandara Hang Nadim siap layani angkutan mudik Lebaran)

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.