Kementerian PUPR Kaji Amdal Tanggul Laut Tol Semarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan dari atas ruas jalan Tol Semarang-Solo yang melintasi desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

    Pemandangan dari atas ruas jalan Tol Semarang-Solo yang melintasi desa Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah melakukan kajian analisi mengenai dampak lingkungan rencana pembangunan tanggul laut di Jalan Tol Semarang - Demak sepanjang 8 kilometer.

    Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso mengatakan sekitar 8 kilometer dari 24 kilometer jalan Tol Semarang-Demak, Jawa Tengah, akan dibangun di pantai.


    Jalan tol tersebut sekaligus difungsikan sebagai tanggul untuk menahan banjir rob Kota Semarang.

    "Untuk rob di Semarang kita coba atasi dengan tanggul. Rob ini kan air laur masuk ke daratan di kota lama. Bersama dengan Bina Marga kami lakukan inovasi, jalan tol di geser ke arah laut, kami timbun tanah situ," ujarnya seusai Bincang Media, Jumat, 26 Mei 2017.

    Saat ini pihaknya tengah melakukan analisis mengenai dampak lingkungan untuk ruas tol tersebut. Untuk besaran biaya pembangunan tengah dikaji.

    "Investasinya akan dikenakan kepada badan usaha," kata Imam.

    Untuk diketahui, jalan tol ini membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan ini dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

    Seksi I Kota Semarang meliputi Kecamatan Genuk, terdiri dari Kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon dan Trimulyo.

    Sementara Seksi II di Kabupaten Demak meliputi empat kecamatan, yaitu Kecamatan Sayung yang mencakup Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Sayung, Loireng, Tambakroto.

    Kecamatan Karangtengah yang terdiri dari Desa Batu, Wonokerto, Kedunguter, Dukun, Karangsari, Pulosari, Grogol.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.