BNI Manado Targetkan Penyaluran Kredit Sebanyak Rp6,75 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono (kiri) dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (kanan) menandatangani nota kesepahaman di Kemenkeu, Jakarta, 17 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono (kiri) dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (kanan) menandatangani nota kesepahaman di Kemenkeu, Jakarta, 17 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO,  Manado - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menargetkan baki debit dari penyaluran kredit atau outstanding sebanyak Rp6,75 triliun di wilayah Manado. Bank berlogo 46 itu bakal fokus menyasar segmen kecil, komersial, dan konsumer.

    Eko Setiawan, Kepala Kantor Wilayah BNI Manado, mengatakan hingga kuartal I/2017 penyaluran kredit BNI telah mencapai Rp5,4 triliun atau tumbuh 3,11 persen secara tahunan.

    Secara khusus, di Provinsi Sulawesi Utara, pertumbuhan kredit BNI tercatat 2,31 persen. Di wilayah Manado, BNI membawahkan jaringan kantor di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara.

    Menurut Eko, perseroan menyasar segmen kecil, komersial, dan konsumer guna mencapai target penyaluran kredit. Di segmen kecil, BNI bakal fokus menggarap nasabah-nasabah di sektor perdagangan, pertanian, pengolahan, dan konstruksi. Sementara itu di segmen konsumer, BNI bakal gencar menggarap sektor perumahan.

    Dia menekankan, BNI hanya bakal melakukan ekspansi kredit ke sektor-sektor yang menjadi unggulan masing-masing daerah guna menjaga kualitas kredit.

    "Faktor kekuatan industri terhadap kondisi perekonomian nasional dan regional dalam 3 tahun terakhir menjadi dasar utama masuk tidaknya kami ke sektor tersebut,"jelasnya kepada Bisnis.com, Jumat, 26 Mei 2017.

    Secara umum, penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara tumbuh 8,75 persen menjadi Rp48,47 triliun. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, pertumbuhan kredit di Sulawesi Utara naik 8,15 persen sedangkan di Gorontalo 8,22 persen. Adapun di Maluku Utara pertumbuhan kredit mencapai 12,53 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.