Pemerintah Tawarkan Kemudahan Investasi Pariwisata, Apa Saja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata Arief Yahya saat kunjungan kerja ke kantor Airnav Indonesia. TEMPO/Marifka HIdayat

    Menteri Pariwisata Arief Yahya saat kunjungan kerja ke kantor Airnav Indonesia. TEMPO/Marifka HIdayat

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah memberikan jaminan kemudahan berusaha kepada setiap investor yang berinvestasi di beberapa zona kawasan ekonomi khusus. Khusus di sektor pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan, pemerintah akan memperbaiki infrastruktur, mulai bandar udara, jalan penunjang ke kawasan pariwisata, hingga pembangunan fasilitas-fasilitas penunjang lain. 

    Baca: BKPM Genjot Investasi Pariwisata dan Infrastruktur Pendukung

    “Kemudahan itu terutama yang berada di economic zone,” kata Arif, Kamis, 25 Mei 2017. 
    Selain itu, pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola sebuah kawasan wisata. Pasalnya, dalam beberapa kasus, investasi tak bisa masuk lantaran adanya tumpang tindih regulasi akibat tata kelola yang kurang baik.

    Baca: BKPM: Asing Siap Investasi Wisata di Manado 

    Idealnya, kata Arief, sebuah kawasan wisata dikelola satu otoritas saja. Selain akan lebih memudahkan proses birokrasinya, hal itu akan berpengaruh terhadap proses pengelolaan sebuah kawasan pariwisata.

    “Soal kawasan Bunaken, nantinya akan kami rapatkan dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman, supaya zona khusus wilayah tersebut bisa diselesaikan,” kata Arief.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.