Turunkan Harga, Bulog Guyur 7 Ton Bawang di Pasar Tradisional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Untuk menahan kenaikan ke level yang lebih tinggi, pemerintah langsung impor bawang putih. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Untuk menahan kenaikan ke level yang lebih tinggi, pemerintah langsung impor bawang putih. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Palembang - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung akan melepas tujuh ton bawang putih ke sejumlah pasar tradisional Kota Palembang dan beberapa kabupaten di Sumsel pada pekan depan.

    Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel Bakhtiar AS mengatakan bawang putih tersebut diperkirakan tiba pada Sabtu 27 Mei 2018.

    "Seharusnya pesanan ini tiba pada Senin, tapi ternyata molor. Informasi terakhir menyebutkan akan tiba Sabtu," kata Bakhtiar, Kamis 25 Mei 2017.

    Baca: Bulog Gelar Operasi Pasar Bawang Putih di Jakarta

    Ia mengatakan penurunan harga bawang putih menjadi konsentrasi Bulog saat ini, selain menjaga kebutuhan pokok lainnya seperti daging sapi saat menjelang Ramadhan.

    Hingga kini harga bawang putih masih tinggi yakni di kisaran Rp48.000 hingga Rp50.000 per kg. Harga ini sudah relatif menurun jika dibandingkan harga sebelumnya yakni Rp80.000 per kg pada 18 Mei 2017.

    Menurutnya, penurunan harga ini dipengaruhi juga operasi pasar yang dilakukan pada 21 Mei lalu ke sejumlah pasar tradisional Kota Palembang seperti Pasar Cinde, Pasar Km 5, dan Pasar 26.

    Baca: Pemerintah Tugasi Bulog Pasok Bawang Merah

    "Target pemerintah yakni harga bawang putih di kisaran Rp38.000 per kg. Oleh karena itu, operasi pasar akan terus dilakukan sampai harga stabil," kata dia.

    Kenaikan harga bawang putih paling mencolok menjelang Ramadhan tahun ini. Sebelumnya pada saat Inspektur Jenderal Kemendag Sri Agustina memantau pasar tradisional di Palembang, 12 April, diketahui harga masih stabil pada kisaran Rp36.000 per kg.

    Namun pada pertengahan Mei terjadi lonjakan harga hingga tembus Rp80.000 per kg.

    Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Agus Yudiantoro mengatakan pemerintah dan aparat penegak hukum juga menyelidiki penyebab kenaikan harga bawang putih. Mengingat tidak ada lonjakan permintaan dan stok juga tersedia.

    "Bisa jadi ada permainan spekulan di sini, apalagi pintu masuk impor hanya dari dua pelabuhan yakni Belawan Medan dan Tanjung Perak Surabaya," kata Agus.

    Sementara itu, pantauan Antara, Kamis 25 Mei 2017, harga bawang putih di Pasar Km 5 masih bertahan di harga Rp48.000 per kg. Sedangkan di Pasar Perumnas di harga Rp50.000 per kg.

    Ketersediaan bawang putih di Indonesia hingga kini masih didominasi impor berasal dari dua negara, yakni Tiongkok dan India. Tiongkok memegang porsi mayoritas sebesar 99,25 persen, sementara India 0,65 persen.

    Total impor bawang untuk periode Januari-Februari 2017 mencapai 60,9 ribu ton dengan nilai impor 70,5 juta dolar AS. Secara volume terjadi penurunan dari periode sama tahun sebelumnya, yakni 77,2 ribu ton atau sebanyak 21,13 persen. Namun, nilai impor justru naik sebanyak 22,06 persen atau dari 57,7 juta dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.