Pembebasan Lahan Tol Sumatera, dari Negoisasi Hingga Pengadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kanan)  melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Tol Trans Sumatera, Lampung, 11 Februari 2016. FOTO ANTARA

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kanan) melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Tol Trans Sumatera, Lampung, 11 Februari 2016. FOTO ANTARA

    TEMPO.CO, Palembang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengakui pembebasan lahan tol trans sumatera belum sepenuhnya tuntas. Hingga saat ini masih berlangsung tahap negosiasi dan komunikasi dengan warga yang terkena proyek baik di Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Sumatera Utara. Bahkan ada beberapa kasus yang harus berlanjut ke pengadilan.

    Meskipun demikian ia menjamin, beberapa sesi jalan tol sudah bisa digunakan untuk kelancaran arus mudik akhir Juni nanti. “Nanti pada arus mudik sudah bisa kita fungsikan untuk beberapa sesi,” katanya, Rabu, 24 Mei 2017.

    Baca: HK: Empat Ruas Tol Trans Sumatera Beroperasi Tahun Ini

    Tol Palindra termasuk yang masih mengalami persoalan pembebasan lahan. Sebagai contoh di sesi 1 masih ada 11 bidang tanah yang masih menjadi hambatan. Di sesi 2 persisnya di desa Arisan Jaya hingga saat ini masih berlangsung proses konsinyasi di PN Kayu Agung. Hal yang sama terjadi di sesi 3 (KTM-Indralaya). Di sesi 3 ini persoalan pembebasan lahan meliputi hingga puluhan bidang tanah. “Negosiasi dan mediasi masih jalan,” katanya.

    Basoeki memastikan pula pengerjaan tol Palembang-Indralaya (Palindra) sepanjang 22 KM terus mengalami kemajuan. Bahkan pada saat musim arus mudik nanti, pada sesi 1 yang meliputi ruas Palembang-Pemulutan sudah bisa dilalui oleh pemudik di lintas timur sumatera. Sedangkan secara keseluruhan proyek kementerian PU ini meliputi 3 sesi ini akan tuntas pengerjaannya pada November nanti. Panjang tol Palindra di seksi satu yakni mencapai 8,5 kilometer (km) termasuk belokan menuju gerbang akses 1,5 KM.

    Baca: Proyek Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni Terus Dikebut

    Selain ruas tol Palindra, menjelang lebaran nanti para pemudik juga dapat mencoba tol sepanjang 5 KM di pelabuhan Bakauheni, Lampung, sesi 2 dan 3 di tol Medan-Binjai, dan sesi Medan-Kualanamu-tebing tinggi. Sejauh ini, Basuki mengaku pembebasan lahan merupakan salah satu yang masih sering menghambat pengerjaan proyek tol lintas Sumatera.

    Sementara itu Manager Proyek PT Hutama Karya (Persero) Divisi Tol Palindra, Hasan Turcahyo menjelaskan secara keseluruhan realisasi tol palindra mencapai 52,435 persen. Dari data yang dikumpulkan hingga 19 Mei, didapati seksi 1 mengalami kemajuan pesat yakni mencapai 88,1 persen, seksi 2 (Pemulutan-KTM) 4,7 persen dan seksi 3 (KTM-Indralaya) sebesar 63,2 persen.

    Hasan menjelaskan selain persoalan ganti rugi, hujan yang turun terus menerus juga menjadi kendala pengerjaan proyek. Karena sebagaimana diketahui, jalur tol tersebut sebagian besar melintas diatas rawa gambut dalam dan dangkal.

    Menteri Basoeki Hadimoeljono bersama Menteri keuangan Sri Mulyani dan Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi medatangi sejumlah proyek infrastruktur di Palembang, Sumatera Selatan. Selain memantau perkembangan proyek tol Palembang-Indralaya (Palindra), Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung), dan proyek kereta ringan yang menghubungan Bandara-OPI Mall Jakabaring, ketiga menteri juga meninjau proyek di komplek olahraga di Jakabaring.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.