Aksi Ambil Untung Picu Harga Minyak Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia ditutup lebih rendah pada Rabu atau Kamis pagi WIB, 25 Mei 2017, setelah lima hari naik beruntun, karena para investor mencari-cari alasan untuk mengunci keuntungan mereka setelah kenaikan kuat baru-baru ini.

    Optimisme mengenai kesepakatan pengurangan produksi minyak mentah telah membantu harga minyak berbalik naik atau rebound sekitar lima persen selama lima sesi terakhir.

    Para pedagang menjadi berhati-hati setelah reli tajam baru-baru ini, karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak non-OPEC akan bertemu di Wina, Austria, pada Kamis waktu setempat.

    Namun diperkirakan kesepakatan akan diperpanjang, dengan satu-satunya pertanyaan nyata adalah berapa lama dan apakah pemotongan akan lebih besar.

    Sementara itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah AS turun sebesar 4,4 juta barel pada pekan lalu, yang merupakan penurunan beruntun tujuh minggu berturut-turut.

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, turun 0,11 dolar AS menjadi menetap di 51,36 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, turun 0,19 dolar AS menjadi ditutup pada 53,96 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.