Pertamina Bersiap Kelola Blok Mahakam Januari 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lapangan lepas pantai Bekapai di Blok Mahakam daerah operasi Total E&P Indonesie. TEMPO/SG WIBISONO

    Lapangan lepas pantai Bekapai di Blok Mahakam daerah operasi Total E&P Indonesie. TEMPO/SG WIBISONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina, Elia Massa Manik, mengatakan sekarang sedang menyiapkan langkah-langkah pengambil alihan Blok Mahakam pada 2018.

    “Kami akan mengebor 15 sumur supaya dapat menangani penurunan produksi," ujar Elia di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Mei 2017.

    Baca: Menteri Jonan Minta Total Tetap Bergabung di Blok Mahakam

    Selain itu, Elia mengatakan telah menemui manajemen Total E&P Indonesia, yang merupakan pengelola Blok Mahakam sampai saat ini. "Meninjau cara organisasi, strateginya, teknologi, dan sudah bertemu dengan karyawan," ujarnya.

    Elia berujar salah satu kunci dalam pengoperasian Blok Mahakam adalah solidaritas antara Pertamina dengan para pekerja, yang saat ini masih mengabdi pada Total. "Saya mengatakan ke kawan-kawan di Pertamina bahwa kawan-kawan kita di Total akan jadi keluarga kita. Supaya mereka begitu masuk bisa nyaman," kata dia.

    Baca: Pertamina Danai Pengeboran di Blok Mahakam Mulai Agustus 2017

    Mengenai keinginan Total E&P Indonesia, yang meminta hak partisipasi sebesar 39 persen itu, Elia enggan berkomentar lebih jauh. "Kami tidak eligible untuk mengomentari itu," ujarnya.

    Elia mengatakan manajemen Pertamina hanya berfokus untuk mempersiapkan alih kelola ladang gas di Kutai, Kalimantan Timur itu sebaik-baiknya karena waktu pengambil alihan sudah semakin dekat, yakni Januari 2018.

    "Jadi kami di Pertamina sudah menetapkan dengan atau tanpa Total kita harus berhasil mengelola Mahakam dengan baik," kata dia.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.