Himbara Usulkan Premi Restrukturisasi Perbankan Ringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran direktur Himbara, yakni Dirut BRI Asmawi Syam, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Dirut BNI Achmad Baiquni, Dirut BTN Maryono dan Dirut Telkom Alex J Sinaga, serta disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, menandatangani Nota Kesepahaman National Payment Gateway di Kantor Kementerian BUMN, 9 September 2016. Tempo/Destrianita

    Jajaran direktur Himbara, yakni Dirut BRI Asmawi Syam, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Dirut BNI Achmad Baiquni, Dirut BTN Maryono dan Dirut Telkom Alex J Sinaga, serta disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, menandatangani Nota Kesepahaman National Payment Gateway di Kantor Kementerian BUMN, 9 September 2016. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan mengenakan premi Program Restrukturisasi Perbankan (PRP). Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara) Maryono meminta agar pungutan-pungutan yang dikenakan kepada perbankan, termasuk premi PRP tersebut, tidak memberatkan industri. 

    "Tingkat suku bunga masih tinggi karena adanya overhead cost. Kami juga telah dipungut premi LPS dan iuran OJK. Kami memandang bagaimana jika premi PRP ini bisa disatukan," kata Maryono dalam rapat dengar pendapat Komisi Keuangan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Mei 2017.

    Baca: Rini Soemarno Ingatkan Himbara dan Perbanas Akur

    Maryono menilai bahwa seharusnya terdapat alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan dan BI yang bisa diberikan kepada OJK sehingga bisa mengurangi iuran perbankan ke OJK. "Kita perlu efisiensi dan kebersamaan sehingga biaya-biaya yang ada tidak menambah beban perbankan," tuturnya.

    Baca: BNI Siapkan Ekspansi ke Malaysia Bersama Himbara

    Senada dengan Maryono, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Joko Suyanto mengatakan bahwa perbankan sudah dipungut premi, baik oleh LPS dan OJK. "Diharapkan, dari premi-premi yang telah dipungut itulah yang menjadi sumber pendanaan restrukturisasi perbankan," ujarnya.

    Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mengkaji dikenakannya premi Program Restrukturisasi Perbankan (PRP). Premi itu diperlukan karena nantinya neraca PRP akan dipisah dengan neraca LPS sehingga premi perbankan untuk restrukturisasi tidak bisa disamakan dengan premi perbankan untuk penjaminan.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!