Rupiah Naik Tipis ke Rp 13.295, Harga Komoditas Mulai Pulih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 24 Mei 2017, naik tujuh poin menjadi Rp 13.295 per dolar AS. Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa efek kenaikan peringkat Indonesia menjadi investment grade masih terasa sehingga ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS cukup tersedia.

    "Euforia sentimen itu cukup terasa di pasar surat utang negara (SUN) dan pasar valas domestik walaupun tidak berlebihan," kata Samuel.  Menurutnya, harga komoditas yang perlahan mulai pulih juga mendukung apresiasi rupiah.

    Pelemahan dolar AS bisa berlanjut jika Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas produksi minyaknya. "Harga komoditas yang naik berkorelasi negatif pada dolar AS," katanya.

    Harga minyak jenis WTI Crude pagi ini menguat 0,27 persen menjadi 51,61 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,30 persen menjadi 54,31 dolar AS per barel.

    Kendati demikian, menurut Rangga, masih tingginya harapan pada kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) dapat membuat dolar AS kembali mengalami apresiasi. Notulensi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pada pekan ini juga menjadi perhatian pasar.

    "Jika hasil FOMC hawkish terhadap kenaikan suku bunga AS maka dolar AS berpeluang menguat," katanya.

    Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan nuansa positif masih mewarnai ekonomi Indonesia setelah S&P menaikkan peringkat Indonesia. "Dengan peringkat Indonesia menjadi investment grade maka prospek umum ekonomi Indonesia mulai terlihat menjanjikan sehingga direspons positif oleh pelaku pasar uang di dalam negeri yang akhirnya berdampak positif pada rupiah," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.