Dolar AS Menguat, Harga Emas Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Petr Josek

    REUTERS/Petr Josek

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa atau Rabu pagi WIB, 24 Mei 2017. Sebabnya dolar AS menemukan dukungan ketika euro melemah setelah serangan teror tak terduga terjadi di Inggris.

    Baca: Dolar AS Berbalik Menguat, EmasMeredup

    Pasar logam mulia juga akan mencari petunjuk mengenai kenaikan suku bunga AS dari rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Bank Sentral AS awal Mei pada Rabu waktu setempat, lapor Xinhua. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni mencapai 78,5 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

    Baca: Harga Emas Berjangka Menguat Karena Pelemahan Dolar AS

    Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 5,9 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.255,50 dolar AS per ounce. Emas mendapat tekanan karena indeks dolar AS naik 0,2 persen pada pukul 18.48 GMT.

    Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan turun.

    Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 5,2 sen atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 17,129 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 0,9 dolar AS atau 0,09 persen, menjadi menetap di 949,4 dolar AS per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.