Sarana Multigriya Dorong BPD Kucurkan KPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mendorong 26 Bank Pembangunan Daerah mengucurkan pembiayaan kredit pembiayaan perumahan atau KPR dari perusahaan.

    Hingga saat ini baru empat Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang masih dalam proses mendapat kucuran pembiayaan dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF), yakni BPD Sulselbar, BPD Sultra, BPD NTT, BPD Jambi, dan BPD Lampung.

    Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF, mengatakan perusahaan sudah bekerja sama dengan 13 BPD untuk menyalurkan pembiayaan dan diharapkan tahun ini dapat menggaet komitmen dari 26 BPD. Potensi permintaan KPR di daerah menjadi alasan banyaknya kerja sama yang dilakukan dengan para BPD tersebut.

    Adapun 26 BPD yang didorong yaitu Bank Aceh, Bank Bengkulu, Bank BJB, Bank BPD Bali, Bank BPD DIY, Bank DKI, Bank Jambi, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank Kalbar,Bank Kalsel, Bank Kalteng, Bank Kaltim, Bank Lampung, Bank Maluku Malut, Bank Nagari, Bank NTB, Bank NTT, Bank Papua, Bank Riau Kepri, Bank Sulselbar, Bank Sulteng, Bank Sultra, Bank SulutGo, Bank Sumselbabel, dan Bank Sumut.

    "Kami melakukan sharing knowledge untuk memperluas segmen penyaluran KPR di masing-masing daerah Indonesia. Kami optimistis sinergi penyaluran KPR dengan seluruh BPD memberikan kontribusi positif bagi perekonomian, utamanya dalam usaha menyediakan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga di Indonesia,” katanya melalui siaran pers, Selasa, 23 Mei 2017.

    Ananta menilai penyaluran KPR melalui BPD juga untuk mendorong pembangunan perumahan di berbagai daerah. Menurutnya, BPD memiliki peran penting dalam penyaluran KPR di pelosok Indonesia karena BPD lebih mengenal karakteristik masyarakat di daerahnya masing-masing.

    Tingginya kebutuhan terhadap perumahan merupakan pangsa pasar yang besar bagi BPD, khususnya dalam memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak, terutama bagi masyarakat  berpenghasilan rendah (MBR). Hal tersebut sejalan dengan transformasi BPD yang dicanangkan oleh Pemerintah.

    Tahun lalu, SMF telah meluncurkan Program KPR BPD dengan bekerjasama dengan Kementerian PUPR dan Asbanda. Melalui Program KPR BPD tersebut, dilaksanakan standarisasi SOP KPR BPD SMF. 

    "Kami memiliki visi dan misi untuk meningkatkan sinergi dengan BPD dalam meningkatkan volume KPR melalui program refinancing  KPR BPD, dan memfasilitasi penerbitan EBA melalui program sekuritisasi dengan underlying KPR BPD..”

    Melalui sekuritisasi dan pembiayaan, Ananta mengatakan SMF terus berupaya menjalankan perannya untuk mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam menyediakan kebutuhan rumah bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

    Selain menggandeng BPD, SMF juga gencar menggandeng kerjasama dengan perusahaan pembiayaan swasta. Terbaru, perusahaan menggandeng Indomobil Multifinance, setelah sebelumnya menggandeng MNC Finance, Finansia Multifinance dan Ciptadana Multifinance.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!