Pulang Kampung Lebaran, Kini Ada Aplikasi Mudik Yuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan keterangan kepada pers terkait serangan Ransomware baru bernama WannaCry di Jakarta, 14 Mei 2017. Kementerian Kominfo melakukan himbauan dan serangkaian penangkalan dan penanganan mengatasi serangan malware. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan keterangan kepada pers terkait serangan Ransomware baru bernama WannaCry di Jakarta, 14 Mei 2017. Kementerian Kominfo melakukan himbauan dan serangkaian penangkalan dan penanganan mengatasi serangan malware. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan sebuah aplikasi digital untuk membantu masyarakat saat mudik pada musim Lebaran 2017 diberi nama 'Mudik Yuk'.

    Baca: Cek Jalur Mudik Lebaran, Budi Karya: Hindarkan Macet di Brexit

    “Aplikasi ini berbasis Android, berdasarkan lokasi (location base). Isinya informasi tentang posko kesehatan, pos telekomunikasi, semua yang berkaitan dengan location base informasi sebanyak-banyaknya akan diunggah di sana,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kementerian Perhubungan, Selasa, 23 Mei 2017.

    Namun aplikasi tersebut saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Dipastikan, pemudik dapat menikmati kemudahan mudik melalui aplikasi ini yang akan diluncurkan pada 12 Juni mendatang.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika  telah melakukan pengecekan kapasitas jaringan. Karena biasanya pada saat padat, traffic penggunaan data selular semakin padat, yang menyebabkan pemudik akan terhambat dalam mengakses jaringan selular maupun jaringan internet. Untuk itu, Kemenkominfo telah bekerja sama dengan berbagai operator selular di Indonesia untuk menyediakan mobile Base Transceiver Station (BTS) untuk memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator.

    Nantinya BTS yang dapat dipindahkan (mobile BTS) tersebut akan dipindahkan ke tempat-tempat tertentu seperti daerah macet, daerah persimpangan, pintu keluar tol dan lainnya. “Teman-teman operator selular akan menambahkan 300 lebih mobile BTS. Artinya bisa bergerak dan dipindahkan di tiitk kemacetan. Kami mendapatkan informasi, potensi titik kemacetan baik dari Kemenhub dan Polri,” tutur Rudiantara.

    Baca: Cegah Kemacetan Mudik 2017, Menhub Bagi 3 Jalur Lalu ...

    Rudiantara menambahkan, Pemerintah melalui Kementerian terkait akan terus menyampaikan informasi terbaru tiap minggunya mengenai kesiapan Lebaran termasuk dalam hal logistik dan pangan, antara lain pada 28 Mei, 2 Juni, 5 Juni, 12 Juni dan seterusnya. “Karena diperkirakan Lebaran tahun ini ada 19 juta orang yang bergerak mudik. Kenaikannya 5 persen dibandingkan tahun lalu.”

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.