Produk Ekspor Alas Kaki Indonesia Masuk Peringkat 5 Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menyelesaikan produksi sepatu di Pusat Industri Kecil, Jakarta, 9 Januari 2015. Perkembangan ekspor seluruh produk alas kaki yang dicatat Badan Pusat Statistik selama Januari - November menunjukkan pertumbuhan 6,03% (year on year) menjadi US$3,71 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menyelesaikan produksi sepatu di Pusat Industri Kecil, Jakarta, 9 Januari 2015. Perkembangan ekspor seluruh produk alas kaki yang dicatat Badan Pusat Statistik selama Januari - November menunjukkan pertumbuhan 6,03% (year on year) menjadi US$3,71 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, produk ekspor alas kaki Indonesia menduduki peringkat ke-5 setelah Cina, India, Vietnam, dan Brasil.  “Peningkatan kinerja ekspor alas kaki Indonesia tersebut melebihi pertumbuhan nilai ekspor dunia yang hanya sekitar 0,19 persen," kata Gusti pada Minggu, 21 Mei 2017.

    Menurut Gusti, hal ini menunjukkan bahwa produk alas kaki dalam negeri memiliki daya saing di atas rata-rata dunia. Gati mecontohkan, Ekuator, sepatu premium lokal berkualtas internasional diyakini bisa menembus pasar global. 

    “Sepatu yang dirintis oleh Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) ini telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Pada akhir tahun 2017, Ekuator akan hadir pada salah satu trade show bergengsi di benua Eropa,” tuturnya.

    Direktur Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin, E Ratna Utarianingrum, menambahkan, pertumbuhan produksi alas kaki didorong karena tren fashion cepat berkembang.  ”Pada tahun 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10 persen ke pasar dunia. Kami optimis bisa tercapai karena seiring dengan pertambahan penduduk, maka semakin tinggi kebutuhan sepatu,” ucapnya.

    Ratna menuturkan, industri alas kaki nasional lebih banyak dihasilkan oleh industri besar dan menengah baik dari segi nilai maupun dalam jumlah produksi.  Untuk sebaran industri kecil dan mikro alas kaki di seluruh Indonesia, sebanyak 82 persen berada di provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

    Konsentrasi sektor tersebut di wilayah Jawa Barat, meliputi Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya. Sedangkan, Jawa Timur, berada di Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan. Namun, untuk industri penyamakan kulit di dalam negeri, tantangan yang tengah dihadapi saat ini, di antaranya adalah kekurangan bahan baku kulit

    Pasokan dari domestik baru memenuhi sekitar 36 persen dari total kapasitas industri penyamakan kulit. “Itupun kualitas bahan bakunya masih perlu ditingkatkan lagi untuk proses produksi selanjutnya,” ungkap Ratna.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.