Bappenas: Tabungan Pos Bakal Efektif Dorong Akses Keuangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menandatangani rencana aksi keterbukaan Pemerintah 2016-2017 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, 16 Desember 2016. Tempo/Tongam Sinambela

    Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menandatangani rencana aksi keterbukaan Pemerintah 2016-2017 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, 16 Desember 2016. Tempo/Tongam Sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai, inklusi keuangan tidak harus dicapai dengan penambahan cabang bank.

    Menurut dia, bank bisa bekerjasama dengan agen-agen di daerah untuk menyalurkan produk-produk keuangannya. "Agen bank itu bisa dengan tabungan pos atau unit lain yang dipercaya bank itu untuk menjadi penyalur di wilayah-wilayah yang mungkin tidak ekonomis untuk membuka cabang. Kan buka cabang juga mahal," kata Bambang di Hotel Pullman, Jakarta, Senin, 22 Mei 2017.

    BacaBank Syariah Mandiri Tawarkan Cicilan Emas Rp 4 Ribu Sehari

    Menurut Bambang, tabungan pos yang nantinya akan dijalankan oleh PT Pos Indonesia tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mengakses layanan perbankan. Saat ini, Pos Indonesia memiliki sekitar 4.800 kantor pos dan 9.000 agen pos di seluruh Indonesia.

    Bambang berujar, sebelum program tersebut diimplementasikan, pemerintah akan terus memberikan pemahaman pada bank-bank bahwa tabungan pos bukanlah pesaing bagi industri perbankan. "Tapi pelengkap bagi bank-bank yang sudah ada," tuturnya.

    LihatRini Soemarno Minta BUMN Pikirkan Rakyat Jangan Hanya Cari Untung

    Tabungan pos tersebut, menurut Bambang, bisa menambah inklusi keuangan atau akses keuangan melalui jangkauan yang lebih dalam ke desa-desa di seluruh pelosok Tanah Air. "Program tersebut dapat menjangkau wilayah-wilayah yang tidak bisa terjangkau oleh kantor cabang bank," ujarnya.

    Selain itu, Bambang menjelaskan, inklusi keuangan dapat dicapai melalui penggunaan financial technology (fintech). Bank bisa menggunakan fintech tanpa perlu membuka cabang di daerah. "Bisa e-money, voucher, smart card, itu cara paling cepat untuk membantu," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.