Hasil Survei: 53 Persen Warga di 4 Provinsi Belum Punya Rekening  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Geduang Bappenas. bappenas.go.id

    Geduang Bappenas. bappenas.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bekerja sama dengan Australia dan Swiss menggelar survei inklusi (akses) keuangan masyarakat Indonesia timur. Survei tersebut dilakukan pada 2016 terhadap 20 ribu responden di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

    Baca: Kepala Bappenas Ungkap Mengapa Akses Keuangan Masyarakat Rendah

    Berdasarkan hasil survei ini, 41 persen penduduk di empat provinsi tersebut sudah menggunakan layanan perbankan. Sedangkan 72 persen penduduk dewasa di keempat provinsi sudah menggunakan layanan keuangan formal, baik perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

    "Namun 53 persen dari jumlah ini belum memiliki rekening bank sendiri. Sebagian besar responden masih menggunakan rekening bank milik keluarga atau temannya," tulis survei inklusi keuangan tersebut yang diluncurkan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Hotel Pullman, Jakarta, Senin, 22 Mei 2017.

    Menurut survei ini, penduduk yang tidak menggunakan layanan keuangan sama sekali cenderung tinggal di daerah perdesaan. Kebanyakan dari mereka juga tidak pernah mengenyam pendidikan formal atau paling tinggi bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD) dan tergolong dalam kelompok masyarakat paling miskin.

    Baca: 2019, OJK Targetkan Inklusi Keuangan Capai 75 Persen

    Sementara itu, penduduk yang telah menggunakan layanan perbankan di keempat provinsi cenderung tinggal di daerah perkotaan dan telah mencapai tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) atau lebih tinggi. Selain itu, mereka berada di kelompok masyarakat menengah ke atas.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.