IHSG Berpeluang Menguat, Cermati 6 Saham Pilihan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin, 22 Mei 2017, diperkirakan melanjutkan penguatan setelah pada akhir pekan lalu melonjak menyusul pengumuman investment grade Indonesia dari S&P.

    Baca: IHSG Bergerak Beragam, Berikut Rekomendasi ...

    Hasil riset analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menunjukkan, IHSG ditutup melonjak 2,59 persen di level 5.791,884 pada 19 Mei 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.672,901 dan 5.553,918. Resistance pertama dan kedua berada pada level 5868.037 dan 5944.191.

    Berdasarkan indikator, MACD akan membentuk pola golden cross di area positif. Sementara Stochastic sudah meninggalkan area oversold dan RSI masih berada di area netral. Juga terdapat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks.

    Dengan demikian, masih menurut riset Nafan, IHSG diprediksikan menguat lagi hari ini.

    Adapun saham-saham yang perlu dicermati adalah sebagai berikut.

    *DSFI (125) (RoE: 3,86 persen; PER: 41.91x; PBV: 1.58x; Beta: 1.48)
    Adapun harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 121 - 125, dengan TP di level 131, 140 dan 166. Support: 114.

    *AKRA (6375) (RoE: 12.09 persen; PER: 24.28x; PBV: 2.93x; Beta: 0.89)
    Terdapat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 6200 – 6375, dengan TP di level 6500 dan 6975. Support: 6050.

    *CPIN (2990) (RoE: 16.41 persen; PER: 19.72x; PBV: 3.23x; Beta: 1.83)
    Adapun candle telah membentuk pola bullish pin bar dan harga telah menyentuh garis psikologis fibonacci 23,6 persen sehingga peluang untuk rebound menuju ke resisten masih terbuka. “Buy on Weakness” pada level 2960 - 2980, dengan TP di level 3120, 3200, 3280, 3400 dan 3550. Support: 2850.

    *BBRI (14500) (RoE: 16,34 persen; PER: 20.97x; PBV: 3.43x; Beta: 1.1)
    Adapun harga telah menyentuh level psikologis di garis fibonacci 161,8 persen dan candle membentuk pola shooting star yang mengindikasikan adanya potensi tekanan jual. Selain itu, indikator RSI sudah menunjukkan jenuh beli. “Sell on Strength” pada level 14600– 14800, dengan TP di level 14000. Resistance: 15000.

    *SCMA (2860) (RoE: 27,59 persen; PER: 34.68.x; PBV: 9.58x; Beta: 0.71)
    Terdapat bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 2830 - 2860, dengan TP di level 2950 dan 3100. Support: 2790 & 2730.

    Baca: IHSG Menguat 29,95 Poin Ditopang Aksi Beli Asing

    *SSIA (670) (RoE: 0,7 persen; PER: 244.32x; PBV: 0.90x; Beta: 2.02)
    Harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 660 – 670, dengan TP di level 715 dan 790. Support: 615.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.