Pemerintah Bangun Rest Area non Tol, Ini Fungsinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik memadati tempat peristirahatan (rest area) Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Senin, 13 Juli 2015. Walaupun dengan fasilitas yang terbatas, res area ini menjadi salah satu tempat favorit pemudik untuk melepas lelah saat mudik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pemudik memadati tempat peristirahatan (rest area) Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Senin, 13 Juli 2015. Walaupun dengan fasilitas yang terbatas, res area ini menjadi salah satu tempat favorit pemudik untuk melepas lelah saat mudik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) tengah melaksanakan pembangunan Anjungan Cerdas guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan meningkatkan pelayanan publik pada jalan nasional.

    Baca: Jalan Nasional Rusak, Menteri PUPR: Jembatan Timbang Diaktifkan

    Dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Minggu, 21 Mei 2017, Anjungan Cerdas merupakan lokasi singgah atau rest area multi fungsi di jalan raya nasional yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung dan dikemas secara modern. Rest area tersebut serupa dengan yang biasanya dilokasikan di sisi jalan tol, dengan fasilitas beragam seperti tempat makan, pusat informasi, gerai traveler dan ATM, ruang terbuka hijau, amphi teater, sarana edukasi, serta gerai produk lokal unggulan.

    Pembangunan Anjungan Cerdas itu didasari penelitian Pusat Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR, bahwa setiap pengguna jalan membutuhkan istirahat setelah berkendara selama empat jam. Berbeda dengan rest area di jalan tol, fasillitas rest area yang berada di sekitar jalan nasional terbatas.

    Dua Anjungan Cerdas mula dibangun PUPR sejak 2016, yang berlokasi di Rambut Siwi, Jembrana, Bali serta di Bendungan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur. Keduanya menjadi proyek percontohan, yang juga dengan tujuan mengurangi kecelakaan lalu lintas pada jalan nasional yang kepadatannya meningkat.

    Pembangunan Anjungan Cerdas  terinspirasi dari rest area di Jepang yang disebut Michino-Eki.

    Menurut Kepala BPIW Kementerian PUPR Rido Matari Ichwan, Trenggalek dipilih menjadi salah satu lokasi pertama pembangunan Anjungan Cerdas lantaran menjadi salah satu jalur terpanjang di kawasan selatan Jawa. Jalan nasional di Kabupaten tersebut memanjang dari Yogyakarta-Malang dan Yogyakarta-Surabaya. Pembangunan tersebut pun dalam rangka pengembangan kawasan pesisir selatan Jawa.

    Adapun Anjungan Cerdas di Rambut Siwi berada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Denpasar-Gilimanuk. "Hingga hari ini keduanya berjalan lancar dan tanpa kendala yang berarti. Anjungan Cerdas di Rambut Siwi kemajuan konstruksinya telah mencapai 50 persen dan di Bendungan Tugu kemajuan pembangunan fisiknya 10 persen,” ujar Rido.

    Pembangunan Anjungan Cerdas di Rambut Siwi menurut Rido lebih cepat berkat dukungan proaktif pemerintah daerah dan masyarakat. Anjungan Cerdas Rambut Siwi dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektare yang konstruksinya dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero). Nilai kontrak mencapai Rp 67,5 miliar dan ditargetkan selesai pada Mei 2018.

    Adapun Anjungan Cerdas Bendungan Tugu berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektare. Konstruksinya dikerjakan oleh PT Istaka Karya–Metro Lestari Utama-Pola Kendali Nusantara-Bita Enarcon Engineering KSO dengan biaya Rp 56,8 miliar, dan juga ditargetkan selesai pada Mei tahun depan.

    Kementerian PUPR mempertimbangkan pembangunan Anjungan Cerdas lain di sejumlah daerah seperti Labuan Bajo, Makale-Tana Toraja, Magelang-Jawa Tengah, dan Labuan Kayangan-Lombok.

    Menurut Rido, proyek tersebut akan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas yang mencapai 30.000 korban jiwa per tahun. Rest area multifungsi itu juga diharapkan menjadi lokasi pengenalan dan pemasaran berbagai produksi dan budaya lokal kepada pengguna jalan nasional.

    Baca: Drainase Jalan Nasional Buruk, Ini Kata Menteri Basuki

    "Kami juga tentu saja akan bekerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lokasi sekitar Anjungan Cerdas,” kata Rido.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!