2017, Bank Syariah Mandiri Fokus ke Lima Produk Andalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank mandiri Syariah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bank mandiri Syariah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Syariah Mandiri (BSM) memutuskan untuk berfokus pada lima produk andalan sepanjang tahun ini. Kelima produk itu adalah Gadai Emas, Cicil Emas, Pembiayaan Griya, Pembiayaan Pensiunan, dan Tabungan Mabrur. 

    "Kami mencoba membuat atau mengemas layanan baik dana atau pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang syariah," ujar Senior Executive Vice President (SEVP) BSM, Niken Andonowarih, di kantornya, Thamrin, Jakarta, Minggu, 21 Mei 2017. 

    Baca:  Sambut Ramadan, Bank Syariah Mandiri Luncurkan Program Gadai Emas

    Niken mengatakan saat ini pihaknya tengah gencar menyosialisasikan produk Gadai dan Cicil Emas. Namun, dia tak menampik jika saat ini pencapaiannya masih belum sebesar yang dilakukan oleh Pegadaian dalam bisnis tersebut. 

    "Pegadaian kan memang dibangun untuk bisnis itu, kalau kami masuk ke bisnis itu karena kami punya nasabah yang ingin layanan itu," katanya. Niken menuturkan pihaknya juga cukup baik dalam hal pengelolaan dana, likuiditas, dan dapat memberikan biaya yang relatif lebih rendah di bawah rata-rata industri. "Biaya ijarah yang dibebankan ke nasabah relatif rendah."

    Baca:  Pemerintah Intip Data Nasabah, Bank Syariah Mandiri Tak Khawatir

    Niken mengatakan saat ini produk Gadai dan Cicil Emas BSM masih menjadi market leader di perbankan syariah. Adapun pertumbuhan prduknya mencapai 29 persen (year on year). Posisi outstanding gadai dan cicil emas pada Maret 2017 ini mencapai Rp 2,1 triliun. "Ini belum besar seperti Pegadaian, Maret 2017 double digit, walaupun kategori belum puas tapi bisa lebih baik lagi."

    Selanjutnya, untuk produk tabungan umroh, yaitu Tabungan Mabrur menurut Niken akan dikemas sesuai dengan ekspektasi masyarakat, namun tetap menjalankan ketentuan syariahnya. Terlebih, menurut dia BSM menyadari dari segi dana pihak ketiga (DPK) belum bisa bersaing dengan bank konvensional. "Tapi kami ingin membangun suatu ekosistem yaitu ingin menjadi bank umroh." Fasilitas yang diberikan di antaranya adalah menwarkan sistem kemitraan dengan harga yang terjangkau serta waktu pemberangkatan yang lebih fleksibel. 

    Kemudian untuk produk Pembiayaan Griya BSM kata Niken memiliki kelebihan yaitu dengan memberikan metode angsuran tetap, sesuai dengan ketentuqn syariah. "Walaupun di bank besar KPR nya single digit tapi cuma sementara lalu floating, untuk karyawan kurang nyaman jika ada pergerakan yang cukup signifikan."

    GHOIDA RAHMAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.