Minggu, 25 Februari 2018

Data Ekonomi AS dan Harga Minyak Dorong Karet Berbalik Menguat

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 19 Mei 2017 23:01 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Data Ekonomi AS dan Harga Minyak Dorong Karet Berbalik Menguat

    Seorang petani mengambil getah karet yang akan diolah menjadi ball karet di Perkebunan Karet Cikidang, Sukabumi, (14/12). Harga karet di tingkat petani saat ini merosot tajam, dari harga sebelumnya Rp 7000/kg menjadi Rp 3000/kg. Tempo/Arie basuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan harga karet berhasil berbalik menguat pada perdagangan pagi ini (Jumat, 19 Mei 2017).

    Harga karet untuk pengiriman Oktober 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), menguat 0,18 persen atau 0,40 poin ke 223,70 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.08 WIB.

    Pagi tadi, harga karet dibuka turun 0,13 persen atau 0,30 poin di posisi 223 yen per kg.

    Adapun pada perdagangan kemarin (Kamis, 18 Mei 2017), harga karet ditutup anjlok 2,79% atau 6,40 poin ke level 223,30, sekaligus mengakhiri reli yang dibukukan selama tujuh hari perdagangan berturut-turut sebelumnya, seiring  pelemahan bursa saham dan pasar komoditas yang berimbas pada pasar karet.

    Menurut mitra Market Risk Advisory di Tokyo, Naohiro Niimura, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang menunjukkan hasil positif serta pengetatan suplai menopang karet menuju penguatan mingguannya.

    “Indeks Philadelphia menunjukkan ekonomi AS kemungkinan berekspansi lebih kuat dari yang diperkirakan,” ujar Niimura, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Indeks bisnis Federal Reserve Philadelphia menunjukkan angka yang lebih baik dari perkiraan para ekonomi, sehingga mengembalikan fokus pasar pada antisipasi penaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Federal Reserve meski terdapat pergolakan seputar pemerintahan Presiden Donald Trump.

    Ditambahkan oleh Niimura, berlanjutnya sentimen tentang ketatnya suplai karet dan kenaikan harga minyak mentah juga mendukung laju karet.

    Meski demikian, kenaikan harga karet terlihat terbatas seiring melambatnya penjualan rumah baru di Cina yang meningkatkan kecemasan tentang tingkat permintaan.

    Harga minyak WTI pagi ini terpantau lanjut menguat 0,85 persen ke US$49,77 per barel pada pukul 10.13 WIB, sedangkan harga minyak Brent naik 0,74 persen ke US$52,90 per barel.

    Di sisi lain, nilai tukar yen pagi ini terpantau menguat 0,31 persen atau 0,35 poin ke 111,14 yen per dolar AS pada pukul 10.14 WIB, setelah kemarin berakhir melemah 0,60 persen di posisi 111,49.

    Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2017 di TOCOM



































    Tanggal


    Harga (Yen/Kg)


    Perubahan


    19 Mei 2017

    (Pk. 10.08 WIB)


    223,70


    +0,18 persen


    18 Mei 2017


    223,30


    -2,79 persen


    17 Mei 2017


    229,70


    +0,75 persen


    16 Mei 2017


    228,00


    +3,92 persen


    15 Mei 2017


    219,40


    +2,28 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.