Penumpang Kereta dari Stasiun Gambir Naik 25 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan antrian calon penumpang kereta saat menukarkan tiket Kereta Api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Barisan antrian calon penumpang kereta saat menukarkan tiket Kereta Api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat mengalami kenaikan 25 persen periode Januari-April 2017. Kenaikan jumlah penumpang dari stasiun Gambir ini adalah yang tertinggi dibandingkan dengan stasiun-stasiun lainnya di Daerah Operasi 1 Jakarta.

    Baca: Stasiun Klender Kebakaran, Penumpang di Bekasi Berebut Naik Ojek

    Senior Manajer Daop 1 Jakarta Suprapto mengatakan dari periode Januari sampai April 2017 telah mengangkut sebanyak 1.027.326 penumpang. Rinciannya, pada Januari 2017 sebanyak 269.486 orang, Februari 2017 sebanyak 223.054 orang, Maret 2017 sebanyak 253.592 orang dan Bulan April 2017 sebanyak 281.194 orang.

    Baca: BPS: Jumlah Penumpang Kereta Api Melonjak

    "Jumlah penumpang yang naik di Stasiun Gambir dari periode Januari sampai April 2017 sebesar 1.027.326 orang ini, merupakan peningkatan sebesar 25 persen dari jumlah yang diangkut pada tahun lalu dalam kurun waktu yang sama yakni 761.870 orang," katanya, Jumat, 19 Mei 2017.

    Suprapto menuturkan tren penumpang kereta api di wilayah PT KAI Daop 1 selama periode Januari sampai April 2017 terus menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Pada kurun waktu tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta telah mengangkut sebanyak 6,7 juta penumpang. "Jumlah ini melebihi 10 persen dari program yang telah ditentukan dalam kurun waktu yang sama sebanyak 6,1 juta penumpang."

    Dari jumlah yang telah diangkut tersebut terdiri atas penumpang kelas eksekutif 856.076 orang, kelas bisnis sebanyak 181.748, kelas ekonomi 1,6 juta penumpang dan KA lokal 4,1 juta penumpang. "Kontribusi peningkatan jumlah penumpang ini berasal dari penumpang yang naik dari Stasiun Pasarsenen dan Stasiun Gambir sebanyak 2,7 juta penumpang," katanya.

    Untuk Stasiun Pasarsenen dari Januari sampai April 2017 telah mengangkut sebanyak 1,7 juta penumpang. Jika dibandingkan dengan target yang telah ditentukan, yakni 1,5 juta penumpang, telah terjadi peningkatan sebesar 10 persen.

    Penumpang yang naik dari Stasiun Pasarsenen, selama kurun waktu empat bulan itu, di antaranya Januari 2017 sebanyak 450.580 orang, Februari 2017 sebanyak 367.377 orang, Maret 2017 sebanyak 405.046 orang dan April 2017 sebanyak 447.326 orang.

    "Tren peningkatan ini akan terus terjadi, seiring dengan semakin mulai mendekati angkutan Lebaran 2017 di Bulan Juni 2017 nanti," katanya.

    Menurut Suprapto, faktor peningkatan jumlah penumpang kereta api ini, selain karena kenyamanan dan ketepatan kereta api, juga dipengaruhi dengan terjadinya kemacetan jalan raya di sejumlah daerah, sehingga masyarakat lebih memilih transportasi kereta api sebagai angkutan mobilisasinya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.