Enam Konsep Smart City Menurut Menteri Darmin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau layar monitor Jakarta Smart City Lounge di Balai Kota, 29 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Petugas memantau layar monitor Jakarta Smart City Lounge di Balai Kota, 29 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ada enam konsep kota cerdas atau smart city di dunia. Hal yang pertama adalah kota tersebut harus smart ekonomi atau kota yang pintar secara ekonomi.

    "Secara umum para ahli berpendapat ada enam konsep," kata Darmin Nasution saat menjadi keynote speaker dalam acara seminar smart city yang diadakan Tempo Media Group, di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat, 19 Mei 2017.

    Baca: Menko Darmin Pimpin Tim Reformasi Agraria

    Darmin melanjutkan konsep berikutnya adalah smart mobility, smart environmental, smart government dan smart living. Smart city, kata Darmin, bisa memberikan akses dan fasilitas yang baik kepada masyarakat sehingga bisa menjadi roda yang mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial.

    Baca: Pembangunan KEK Lambat, Darmin: Pengelola Kurang Promosi

    Meski begitu, Darmin melihat kota cerdas tentu saja tak bisa menjawab semua persoalan. Terlebih masalah dan dinamika di satu daerah dan daerah lainnya berbeda. "Dia (smart city) pasti ada limitasinya," ucap Darmin.

    Baca: Menteri Amran: Tiga Penyelundup Bawang Putih Ditangkap

    Menurut Darmin masih banyak hal yang perlu dibenahi agar konsep kota cerdas dapat diimplementasikan secara maksimal. Dia berharap ke depannya arah pembangunan dengan moda smart city dapat semakin baik di Indonesia.

    Darmin mengacu pada data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan pada 2035 sekitar 67 persen penduduk Indonesia berada di kota. Berdasarkan data yang ada, hal itu bisa terjadi lebih cepat sehingga pengembangan kota cerdas amat dibutuhkan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.