Pemerintah Upayakan Rehabilitasi 9.359 Ha Lahan Pesisir di Sulsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak mengayu perahu sampan saat bermain di kawasan kampung pinggiran pelabuhan Paotere Sabutung, Makassar, Sulawesi Selatan, 13 April 2016. Perkampungan Pesisir Sabutung ini di huni ratusan nelayan yang hidup memanfaatkan rumah panggung dengan kondisi yang padat dan kotor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah anak mengayu perahu sampan saat bermain di kawasan kampung pinggiran pelabuhan Paotere Sabutung, Makassar, Sulawesi Selatan, 13 April 2016. Perkampungan Pesisir Sabutung ini di huni ratusan nelayan yang hidup memanfaatkan rumah panggung dengan kondisi yang padat dan kotor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Pemerintah Sulawesi Selatan berupaya melakukan rehabilitasi 9.359 hektare lahan pesisir maupun pulau-pulau kecil di provinsi tersebut.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel Sulkaf Latief mengatakan seluruh lahan tersebut telah berada dalam klasifikasi kritis sehingga membutuhkan upaya lebih ekstra untuk mengembalikan fungsi optimalnya bagi ekosistem maupun kehidupan masyarakat pesisir.

    "Kami tentunya akan melibatkan aktif masyarakat agar peran mereka dalam pelestarian lahan pesisir bisa lebih besar. Sosialisasi juga akan diintensifkan di samping langkah fisik untuk rehabilitasi pesisir," ucapnya, Kamis (18 Mei 2017).

    Menurutnya, kerusakan pada lahan pesisir itu selain dipicu oleh faktor alam juga kerap disebabkan oleh praktek budidaya perikanan yang tidak berkelanjutan, polusi lingkungan pesisir, reklamasi hingga eksploitasi sumber daya kelautan dan pesisir.

    Untuk skala lebih luas, lanjut Sulkaf, langkah rehabilitasi juga bakal melibatkan berbagai pihak diantaranya pelaku usaha dengan cakupan operasional termasuk wilayah pesisir, kemudian instansi terkait serta elemen lainnya yang peduli terhadap ekosistem pesisir.

    Di sisi lain, rehabilitasi lahan kritis di wilayah pesisir tersebut merupakan pula rangkaian langkah DKP Sulsel untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan berbasis pesisir.

    Sebagai gambaran, jumlah nelayan yang tersebar pada wilayah pesisir maupun kepulauan dalam wialah administrasi Provinsi Sulsel mencapai 130.030 nelayan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah ini.

    "Rehabilitasi tentunya akan lebih mendorong optimalisasi SDA kelautan kita, nelayan bisa lebih maksimal dalam beraktivitas. Namun ini memang perlu waktu dan sinergi yang lebih intensif," paparnya.

    Khusus untuk nelayan sendiri, juga telah didorong untuk mendapatkan KTA nelayan sehingga lebih mudah dalam mendapatkan akses permodalan maupun asuransi nelayan yang dicanangkan pemerintah pusat.

    Sejauh ini, telah terdapat 70.155 nelayan Sulsel yang teregister dan mengantongi KTA dan diproyeksikan akan terus meningkat dari sisi jumlah hingga menjangkau seluruh nelayan yang ada di daerah ini.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.