MPMX Selesaikan Penjualan Sebagian Saham MPMFinance

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Mitra Pinasthika Mustika, Rudy Halim. TEMPO/Frannoto

    Presiden Direktur PT Mitra Pinasthika Mustika, Rudy Halim. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan smart mobility Indonesia PT Mitra Pinasthika Mustika, Tbk (IDX Ticker: MPMX) menyelesaikan transaksi penjualan 20 persen saham (setara dengan 244.895) di anak usahanya, PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMFinance), kepada mitra strategisnya, JACCS Co. Ltd. Transaksi ini senilai Rp 453 miliar.

    Baca: Sektor Telekomunikasi dan Perbankan Diprediksi Gencar Konsolidasi

    Penyelesaian transaksi ditandai penandatanganan Perjanjian Akta Jual Beli Saham antara manajemen Perseroan dengan JACCS setelah semua persetujuan didapat dari para pemangku kepentingan Perseroan serta kreditur MPMFinance. “Tahap ini merupakan kelanjutan dari pengumuman penjualan saham yang dipublikasikan pada bulan Februari serta penandatanganan perjanjian definitif pada bulan Maret,” ujar manajemen MPMX dalam keterangan persnya pada Kamis, 18 Mei 2017.

    Baca: BRI Berambisi Jadi Bank Paling Bernilai di ASEAN

    Dengan dilaksanakannya tahap akhir dari transaksi ini, MPMX menurunkan porsi kepemilikannya di MPMFinance dari 60 persen ke 40 persen untuk berfokus serta mengembangkan bisnisnya dari sektor consumer automotive ke bidang smart mobility.

    “JACCS sebagai mitra strategis jangka panjang Perseroan, dapat menambah porsi sahamnya dari 40 persen menjadi 60 persen untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis MPMFinance ke tingkat selanjutnya serta memanfaatkan potensi pertumbuhan sektor pembiayaan secara maksimal.”

    Pada awal Maret lalu, MPMX memulai perjalanan transformasinya dengan visi baru yang membawa fokus Perseroan pada kolaborasi, cost leadership, arus kas operasional yang positif, serta inisiatif new growth di seluruh jaringannya. “Dalam memulai rencana ini, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 80 persen dari tahun lalu ke Rp 129 miliar.”

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.