Sepertiga Miliarder Terkaya di Asia Pasifik Akan Bagi-bagi Aset

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yang Huiyan menjadi salah satu miliarder termuda dunia dengan kekayaan US$6.9 miliar di usia 32 tahun. Ia merupakan wakil ketua pengembang perumahan Country Garden. Ia mendapatkan kekayaan ini setelah ayahnya mewariskan perusahaan Country Garden. Forbes.com

    Yang Huiyan menjadi salah satu miliarder termuda dunia dengan kekayaan US$6.9 miliar di usia 32 tahun. Ia merupakan wakil ketua pengembang perumahan Country Garden. Ia mendapatkan kekayaan ini setelah ayahnya mewariskan perusahaan Country Garden. Forbes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil riset Union Bank of Switzerland (UBS) menyebut akan terjadi suksesi besar-besaran dalam keluarga miliarder ultra-kaya di Asia. Menurut Head Global Family Office Asia-Pacific UBS, Anurag Mahesh, sepertiga dari miliarder terkaya di Asia-Pasifik akan mewariskan asetnya dalam lima tahun ke depan.

    "Secara global, ada 15 persen orang kaya yang mewariskan asetnya kepada generasi berikutnya," kata Anurag Mahesh, seperti dikutip CNBC,  Rabu 17 Mei 2017. Miliarder ultra-kaya adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki aset produktif di atas US$ 30 juta.

    Baca: Daftar Lengkap 50 Orang Indonesia Paling Kaya

    Data lembaga riset Knight Frank menyebutkan ada 46.080 individu di Asia yang masuk kriteria tersebut sepanjang tahun lalu. Jika dijumlahkan, aset orang-orang ultra-kaya di Asia mencapai US$ 4,84 triliun pada 2016. Dalam daftar miliarder yang dirilis Forbes, Maret lalu, miliarder terkaya Asia adalah bos grup Samsung, Lee (Byung-Chull), yang memiliki harta US$ 29,6 miliar. Posisi kedua diisi keluarga Chearavanont, pemilik Charoen Pokphand, dengan aset US$ 27,7 miliar.

    Baca:  Istri Orang Terkaya di Dunia Bertemu Jokowi, Ini Yang Dibicarakan

    Mahesh pun mengutip laporan yang dirilis UBS dan Pricewaterhouse Cooper pada 2016, yang menyebut akan terjadi transfer kekayaan antar-generasi pertama orang terkaya di Asia. Menurut laporan tersebut, 90 persen dari para miliarder di Asia tidak akan meneruskan pengelolaan asetnya kepada generasi ketiga.

    Pada masa mendatang, keluarga-keluarga kaya di Asia akan mempercayakan pengelolaan asetnya kepada manajer investasi. "Termasuk untuk menyusun strategi tata kelola dan mewujudkan filosofi yang mereka anut," ujarnya.

    Hal ini berbeda dengan yang dialami orang miliarder generasi pertama dan kedua, yang secara tradisional selalu mengelola sendiri aset-asetnya. Mereka pun cenderung mengambil langkah konservatif demi menekan risiko. Namun, kata Mahesh, pola tersebut akan berubah seiring dengan keinginan mereka untuk mendongkrak pertumbuhan aset-aset tersebut.

    "Mereka mulai mengikuti model Barat yang cenderung berani dalam mengalokasikan investasi dan mulai mendiversifikasikan pengelolaannya, misalnya kepada empat atau lima bank," katanya. Berikut ini enam keluarga terkaya di Asia 

    1. Keluarga Lee (Byung-Chull)
    -Perusahaan: Grup Samsung
    -Aset: US$ 29,6 miliar

    2. Keluarga Chearavanont
    -Perusahaan: Charoen Pokphand
    -Aset: US$ 27,7 miliar

    3. Keluarga Ambani
    -Perusahaan: Reliance Group India
    -Aset: US$ 25,8 miliar

    4. Keluarga Kwok
    -Perusahaan: Sun Hung Kai & Co, Hong Kong
    -Aset: US$ 25,2 miliar

    5. Keluarga Lee (Shau Kee)
    -Perusahaan: Henderson Development, Hong Kong
    -Aset: US$ 24,7 miliar

    6. Keluarga Budi dan Michael Hartono
    -Perusahaan: Grup Djarum
    -Aset: US$ 18,6 miliar

    Sumber: Data Forbes, Maret 2017

    CNBC | FORBES | FERY FIRMANSYAH   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?