IHSG Dibuka Turun 0,45 Persen ke 5.590,47  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.COJakarta - Membuka perdagangan hari ini, Kamis, 18 Mei 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,45 persen atau 25,02 poin ke level 5.590,47. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah pada perdagangan, Rabu, 17 Mei 2017, sebesar 0,56 persen atau 31,51 poin ke level 5.615,49.

    Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada kisaran 5.608,80-5.664,32. Dari 547 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 134 saham menguat, 200 saham melemah, dan 213 saham stagnan.

    Baca: Bursa Saham 2017, Untung atau Buntung?

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG ditutup melemah, didorong oleh sektor aneka industri yang merosot 2,27 persen, diikuti sektor tambang yang turun 1,38 persen. Adapun sektor infrastruktur menguat 0,27 persen, sedangkan sektor konsumer cenderung stagnan.

    IHSG melemah di saat bursa saham lainnya di Asia Tenggara bergerak mixed dengan indeks PSEi Filipina yang menguat 0,46 persen, indeks SE Thailand naik 0,23 persen, indeks FTSE Malay KLCI Malaysia melemah 0,28 persen, dan indeks FTSE Straits Times Singapura melemah 0,11 persen.

    Simak: BEI Dinilai Termasuk Bursa Terbaik di Dunia

    Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,97 persen atau 4,80 poin ke 491,48 walaupun dibuka dengan penguatan 0,35 persen atau 1,73 poin di posisi 498,01.

    Sejumlah riset memprediksi IHSG hari ini, Kamis, 18 Mei 2017, akan berfluktuatif melemah terbatas di rentang 5.580-5.635 (Mega Capital). Sedangkan analis lain justru melihat ada potensi menguat di kisaran 5.602-5.691 (Indosurya).

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.