Kemendag: Penerapan SNI Melindungi Produk dan Pasar Domestik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong (tengah) melihat produk yang tidak memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia di Kementerian Perdagangan, Jakarta, 22 Desember 2015. Hasil pengawasan selama semester II tahun 2015, Kemendag mengklaim 60 persen dari 295 produk yang diawasi telah sesuai dengan aturan SNI Wajib, petunjuk penggunaan manual dan garansi (MKG) serta pencantuman label berbahasa Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong (tengah) melihat produk yang tidak memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia di Kementerian Perdagangan, Jakarta, 22 Desember 2015. Hasil pengawasan selama semester II tahun 2015, Kemendag mengklaim 60 persen dari 295 produk yang diawasi telah sesuai dengan aturan SNI Wajib, petunjuk penggunaan manual dan garansi (MKG) serta pencantuman label berbahasa Indonesia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono menyatakan era globalisasi mendorong terjadinya perdagangan bebas. Negara-negara di dunia pun berupaya melindungi produk dan pasar dalam negerinya serta menghindari gempuran produk impor yang tidak berkualitas.

    Baca: Kementerian Perdagangan Mewajibkan Semua Produk Sesuai SNI

    Salah satu kebijakan strategisnya adalah memberlakukan hambatan tarif maupun non tarif. “Bahkan Amerika yang selama ini dikenal sebagai negara liberal mulai menerapkan perlindungan terhadap kepentingan strategis dalam negerinya. Kebijakan tersebut diambil untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga negaranya,” kata Sigit melalui siaran pers di Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

    Baca: Beredar di Pasar, Produk Wajib Label Bahasa Indonesia

    Sigit menyampaikan hal itu pada pembukaan Pameran Produk Industri Tekstil dan Aneka Ber-SNI Tahun 2017 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta. Sigit mencontohkan, setelah diberlakukannya Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib pada pakaian bayi tahun 2014, harga jual produk pakaian bayi asal impor mengalami kenaikan tiga kali lipat dibanding harga sebelum pemerlakuan SNI wajib tersebut, yaitu dari US$ 8,75 per kilogram (kg) tahun 2014 menjadi US$ 28,10 per kg pada 2016.

    Hal tersebut, menurut Sigit, mengindikasikan bahwa penerapan SNI wajib mampu meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Selain itu, memberikan jaminan terhadap produk yang masuk ke pasar domestik merupakan yang berkualitas dan aman bagi konsumen serta menembus pasar ekspor.

    “Standar produk merupakan technical barrier yang dapat diterima oleh seluruh negara, karena memberikan efek positif, antara lain menjamin keamanan, keselamatan dan kualitas produk,” ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menekankan, regulasi SNI secara wajib terimplementasi melalui Peraturan Menteri Perindustrian. "SNI sifatnya mutlak kalau kita mau masuk menjadi bangsa industri,” ujarnya.

    Direktur Industri Tekstil, Alas Kaki dan Aneka, Muhdori menyampaikan, melalui penyelenggaraan pameran, pihaknya ingin produk-produk industri tekstil dan aneka yang telah ber-SNI dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

    “Penerapan standar akan mampu meningkatkan surplus neraca perdagangan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, perlu diberikan dukungan antara lain dengan pameran seperti saat ini,” tuturnya.

    Kemenperin mencatat, dalam neraca perdagangan, industri tekstil dan aneka memberikan kontribusi positif yang cukup baik. Kelompok industri tekstil dan produk tekstil memberikan surplus rata-rata dalam lima tahun terakhir di atas US$ 4 miliar.

    Sementara itu, kelompok industri aneka memberikan surplus rata-rata dalam lima tahun terakhir di atas US$ 8 miliar. Muhdori juga berharap, produk-produk yang telah telah memenuhi sertifikasi SNI dapat diaplikasikan oleh industri lain yang membutuhkan.

    Misalnya, geotextile yang dapat digunakan pada konstruksi proyek sipil seperti pengecoran pada jalan beton, landasan pesawat terbang, konstuksi pelabuhan laut, serta penahan erosi dan bangunan. Selain itu, sepatu pengaman sebagai pelindung kaki bagi pekerja di area yang beresiko, serta alat olahraga, pakaian bayi, kain pakaian bayi, kain suiting, mainan kayu edukatif, mainan plastik, boneka, handuk, dan korek api gas untuk dapat digunakan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk digunakan dalam perhelatan Asian Games 2018.

    Pameran yang mengambil tema Maju Bersama Produk Industri Tekstil dan Aneka Ber-SNI ini diikuti lebih dari 40 peserta. Kegiatan berlangsung pada tanggal 16-19 Mei 2017 dan dibuka untuk umum mulai pukul 09.00-16.00 WIB.

    ANTARA


  • SNI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.