Citibank Genjot Literasi Keuangan Usaha Mikro dan Petani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Citibank Indonesia berkomitmen ikut meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia lewat program FEED Mobile yang digagas oleh Citi Peka (Peduli dan Berkarya) bersama Mercy Corps Indonesia.  

    Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia  Elvera N. Makki mengatakan program FEED Mobile mencatatkan capaian di atas target lantaran pendekatan yang diterapkan adalah lewat digital. 

    Baca: OJK: Literasi Keuangan Perempuan Lebih Rendah ...

    "Digitalisasi merupakan tren yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan dunia, hingga ke kota-kota kecil. Karena itu digitalisasi kami terapkan sebagai fokus bisnis Citi dan juga diimplementasikan dalam kegiatan kemasyarakat," katanya di Jakarta, Rabu 17 Mie 2017.

    Sebagai informasi, FEED Mobile alias Financial Education and Empowerment goes Digital and Mobile merupakan kegiatan pelatihan pendidikan keuangan dan pengembangan usaha bagi petani dan pelaku usaha mikro-kecil di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

    Segmen tersebut dipilih mengingat literasi dan inklusi keuangan di sektor tersebut masih rendah Padahal petani dan pengusaha mikro dan kecil adalah salah satu penggerak roda perekonomian.

    Dalam pelaksaannya, program tersebut diterapkan lewat metode pelatihan dengan tatap muka dan kanal digital sebagai alat pendukung, baik lewat android maupun aplikasi pesan singkat (SMS).

    Dia menjelaskan, sejak dimulai pada Juli 2014, ada12.950 penerima manfaat yang dilatih dalam literasi keuangan dan pengembalian usaha. Dari jumlah itu, sebanyak 3.477 orang berlanjut mengakses tabungan di lembaga keuangan formal.

    Ke depan, Citibank Indonesia berencana mengembangkan literasi dengan menyasar kaum muda sekolah dasar serta ke bidang usaha lain seperti peternakan. 

    Baca: 2019, OJK Targetkan Inklusi Keuangan Capai 75 Persen

    Untuk meningkatkan literasi, entitas tersebut juga menggandeng lembaga keuangan mikro. "Untuk daerah berikutnya, kami masih diskusikan bersama OJK," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.