Pemerintah Luncurkan Program Stabilisasi Pangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melepas pengiriman hibah 5.000 ton beras kepada Pemerintah Sri Lanka di gudang beras Bulog, Jakarta, 14 Februari 2017. Joko Widodo mengatakan, saat ini sedang terjadi kerawanan pangan di Sri Lanka. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo melepas pengiriman hibah 5.000 ton beras kepada Pemerintah Sri Lanka di gudang beras Bulog, Jakarta, 14 Februari 2017. Joko Widodo mengatakan, saat ini sedang terjadi kerawanan pangan di Sri Lanka. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyiapkan stok 2 juta ton beras untuk Gerakan Stabilisasi Pangan.

    Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa komoditas yang akan dijual dalam program tersebut antara lain beras kualitas medium dan premium, gula, minyak goreng, daging beku, bawang merah, bawang putih, serta komoditas lokal lainnya.

    “Gerakan ini akan dilakukan selama dua minggu penuh tak hanya di Jakarta tetapi seluruh Indonesia,” kata Djarot di Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

    BacaBantu UMKM, Bulog Garap Industri Pakan Ternak

    Program tersebut dilaksanakan serentak mulai hari ini, Rabu, 17 Mei 16, di seluruh Indonesia dan dipusatkan di Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, di Kelapa Gading, Jakarta. Sebanyak 20 mobil truk yang mengangkut komoditas pangan tersebut telah tersebar di beberapa pasar ibu kota sejak pagi tadi.

    Dia mengungkapkan, jumlah stok yang disiapkan untuk program tersebut yakni beras 2 juta ton, bawang merah 60 ton, bawang putih 62 ton, gula 320.000 ton, daging beku 37.500 ton, dan minyak goreng 207.000 liter. Komoditas itu akan dijual melalui berbagai outlet di seluruh Tanah Air.

    “Harapan kami dengan melakukan Gerakan Stabilisasi Pangan ini dapat memberikan akses muda bagi masyarakat terhadap komoditi yang murah sehingga pasokan dan harga menjelang Ramadan 2017 lebih stabil,” jelas Djarot.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.