Menteri Perdagangan Pastikan Stok Bulog Aman Hingga Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas sepuluh truk berisi bahan makanan pokok ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta 20, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Tempo/Destrianita

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas sepuluh truk berisi bahan makanan pokok ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta 20, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan, dalam rangka menyambut bulan Ramadan, stok bahan kebutuhan pokok yang disimpan di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) lebih dari cukup. Bahkan tak hanya untuk mencukupi kebutuhan Idul Fitri pada Juli nanti, stok tersebut juga mencukupi untuk menyambut perayaan Idul Adha pada Agustus mendatang.

    Baca: Menteri Perdagangan Jamin Stok Pangan Aman ...

    “Untuk Lebaran, stoknya lebih dari cukup. Kalau sekarang, rata-rata Bulog stoknya lebih dari 8 atau 9 bulan jadi kita enggak ada persoalan, dan hingga Juli-Agustus aman. Hingga Idul Adha, lah,” tuturnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 17 Mei 2017.

    Menurut Enggar, dalam menjamin ketersediaan barang, Bulog melakukannya secara bertahap sambil memperhatikan stok di pasaran. Pihaknya juga tidak membatasi impor barang persediaan tertentu, seperti daging sapi dan kerbau serta bawang putih. “Enggak ada batas, berapa pun kami gelontorkan, termasuk bawang putih, sampai harga turun semua. Kami bikin stabilitas harga,” ucapnya.

    Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan telah menyiapkan stok yang cukup untuk kebutuhan Gerakan Stabilisasi Pangan dengan memasok bahan kebutuhan pokok ke pasar, permukiman penduduk, dan lain-lain sehingga harga bahan kebutuhan pokok di pasar lebih stabil. Dalam melakukan gerakan stabilisasi ini, Bulog juga akan bermitra dengan asosiasi-asosiasi ataupun instansi, seperti PGRI, yayasan, dan pesantren.

    Selain itu, Bulog akan bekerja sama dengan para pedagang melalui mekanisme titip jual. Harga yang ditawarkan dalam kegiatan ini di bawah harga pasar dan dengan kualitas yang sama. Hal ini untuk memberikan akses pangan bagi masyarakat menjelang Ramadan.

    “Misalnya, kami siapkan barang di mana pun itu, (kami) akan lepas bawang Rp 38 ribu (per kilogram) ke rakyat. Namun, kalau untuk pedagang yang mau ambil, kami siapkan diskon untuk margin mereka. Ada juga pedagang yang enggak punya uang tunai, maka kami beri konsinyasi 1-2 minggu kalau jelas identitasnya. Jadi hambatan di pedagang bisa diminimalisasi,” ucapnya.

    Baca: Jaga Stok Pangan, Pemerintah Akan Bangun Lumbung Desa

    Menurut Djarot, total stok kebutuhan bahan makanan pokok di gudang lebih dari cukup. Di setiap gudang, Bulog menyiapkan stok beras 2 juta ton lebih, gula 320 ribu ton, daging beku 37.500 ton, minyak goreng 207 ribu liter, bawang merah 60 ton, dan bawang putih 62 ton. “Khusus untuk bawang merah dan bawang putih akan terus bertambah stoknya dengan penyerapan dari produksi dalam negeri ataupun impor,” ujarnya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.