April 2017, Program Satu Juta Rumah Capai 169 Ribu Unit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanudin menyatakan sebanyak 169.614 rumah hingga 30 April 2017, berhasil dibangun dalam program sejuta rumah. Angka itu hampir sama dengan capaian tahun lalu.

    "Untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah 155.408 unit dan untuk non MBR sudah 14.206 unit," ujar Syarif saat ditemui usai Property & Mortgage Summit 2017 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017.

    Baca: Mengapa Program Sejuta Rumah Hanya Terealisasi 80 Persen?

    Syarif menuturkan, capaian hingga April masih rendah karena masih banyak rumah-rumah yang pembangunannya baru saja dimulai. "Bangun rumah tidak sama dengan beli kue. Orang bangun rumah kan bangun pondasi dulu, akad dulu. Ada proses, prosesnya panjang memang," ujarnya.

    Selain itu, menurut Syarif, data tersebut sebagian besar dikumpulkan dari perbankan penyalur KPR. Padahal, sebanyak 70 persen rumah dibangun masyarakat secara swadaya tanpa fasilitas subsidi dari pemerintah. "Kalau acuannya hanya bank, memang relatif kecil," tuturnya.

    Simak: Kebutuhan Rumah Warga Miskin 11 Juta, Jokowi: Besar Sekali

    Menurut Syarif, jumlah rumah yang telah dibangun tersebut sudah meningkat signifikan dibandingkan Maret lalu. Dalam kurun waktu Januari-Maret 2017, Syarif berujar, hanya terdapat belasan ribu rumah yang berhasil dibangun. "Juni-Agustus akan semakin meningkat," katanya.

    Simak: Jokowi Resmikan Rumah Pekerja Villa Kencana Cikarang

    Pada 2017, pemerintah kembali mencanangkan program satu juta rumah. Sebanyak 700 ribu unit dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya untuk masyarakat non MBR. Tahun lalu, pembangunan rumah bagi MBR mencapai 569.382 unit. Adapun rumah non MBR mencapai 235.787 unit.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?