Minyak Melonjak, S&P 500 & Nasdaq Capai Rekor Tertinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pialang saham bereaksi saat indeks harga saham mengalami kenaikan di bursa Wall Street, New York, (14/11). Indeks Dow Jones, Standar & Poor's 500, Nasdaq, dan Russell 2000, naik lebih dari 6 persen. AP Photo/Richard Drew

    Sejumlah pialang saham bereaksi saat indeks harga saham mengalami kenaikan di bursa Wall Street, New York, (14/11). Indeks Dow Jones, Standar & Poor's 500, Nasdaq, dan Russell 2000, naik lebih dari 6 persen. AP Photo/Richard Drew

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks S&P 500 dan Nasdaq di Wall Street ditutup di rekor tertinggi pada Senin atau Selasa pagi WIB, 16 Mei 2017, karena sentimen pasar terangkat oleh melonjaknya harga minyak.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 85,33 poin atau 0,41 persen menjadi berakhir di 20.981,94 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup naik 11,42 poin atau 0,48 persen menjadi 2.402,32 poin, dan indeks komposit Nasdaq bertambah 28,44 poin atau 0,46 persen menjadi 6.149,67 poin.

    Harga minyak menguat pada Senin, 15 Mei 2017, setelah menteri energi Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa pemotongan produksi minyak mentah yang dipimpin OPEC akan diperpanjang dari pertengahan tahun ini sampai Maret 2018. OPEC akan menggelar pertemuan reguler di Wina pada 25 Mei.

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak 1,01 dolar AS menjadi menetap di 48,85 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, bertambah 0,98 dolar AS menjadi ditutup pada 51,82 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

    Di sisi lain, musim laporan laba perusahaan-perusahaan sejauh ini kuat. Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama 2017 diperkirakan meningkat 14,7 persen dari tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat 7,3 persen.

    Saham-saham AS diperdagangkan bervariasi untuk minggu lalu, karena para investor mencerna serangkaian laporan laba perusahaan kuartal pertama dan pidato penting dari para pejabat Federal Reserve, demikian Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.