Menteri Pertanian Ancam Importir yang Naikkan Harga Bawang Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Bandung — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengancam akan melacak importir yang menjual bawang putih di atas Rp 38 ribu per kilogram. “Kalau ada yang menjual di atas Rp 38 ribu, kami lacak importirnya. Kami sudah sepakat dengan Menteri Pedagangan untuk cabut izinnya,” kata Amran di Bandung, Senin, 15 Mei 2017.

    Amran mengatakan, Satuan Tugas Pangan akan disertakan untuk melacak harga bawang putih yang masih dijual tinggi. “Nanti Satgasnya turun. Itu enggak masuk akal, masak barang impor naik harganya, yang lokal bawang merah kan rendah, cabe, beras (rendah), masak yang impor (tinggi), berarti ada yang mainkan,” kata Amran.

    Baca:  Menteri Amran Temukan Harga Bawang Putih Rp 48 Ribu

    Amran menduga ada permainan di balik kenaikan harga bawang putih. Dia mencontohkan, saat lonjakan harga cabe rawit merah, Satgas Pangan mendapati dugaan permainan harga oleh 4 distributor cabe rawit merah di Jakarta. “Kalau ada yang coba-coba meniakkan harga bawang putih, kami koordinasi dengan Satgas, pasti ditindak,” kata Amran.

    Menurut Amran, pemerintah sudah menyiapkan 9.000 ton bawang putih untuk menekan kenaikan harganya. “Kami persiapkan 9,000 ton. Harga bahan pangan menjelang Ramadan masih relatif stabil. Ingat tidak tahun lalu, 2 bulan sebelum puasa harga bergejolak.”

    Baca: Revisi Aturan, Kementan Wajibkan Importir Tanam Bawang Putih

    Amran mengklaim, harga bahan pangan menjelang Ramadan saat ini relatif stabil, berbeda dengan situasi tahun lalu. “Ingat ndak tahun lalu, 2 bulan sebelum puasa harga bergejolak,” kata dia.

    Stok bahan pangan pun cukup. “Tidak ada alasan harga naik. Kami apresiasi pada Menteri Perdagangan yang luar biasa bergerak cepat ke lapangan, dan beliau mengecek tiap hari,” kata Amran.

    Baca: Menteri Pertanian Gelontor Bawang Putih Impor ke Pasar

    Stok beras, misalnya, saat ini menembus 2,2 juta ton setara untuk kebutuhan beras selama 10 bulan. “Daging ada tersedia 90 ribu ton, itu setara dengan 300 ribu sampai 400 ribu ekor sapi, Minyak goreng ada 1,5 juta liter,” kata Amran.

    Amran meminta pedagang tidak memainkan harga. “Ada kenaikan harga, ada Satgas Pangan, pasti ditindak. Kami minta pada saudaraku pedagang kecil, menengah, dan besar. Tolong jangan menganggu orang yang mau beribadah di bulan suci Ramadan. Jangan mengganggu mereka karena tidak ada alasan harga naik karena stok ktia lebih dari cukup,” kata Amran.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Hening Widiatmoko, mengatakan pantauan harga bawang putih yang diperdagangkan di pasar tradisional di Kota Bandung relatif masih tinggi.

    Akhir pekan lalu, harganya sempat menembus Rp 60 ribu per kilogram kendati mulai turun. “Hari Sabtu harga bawang putih Rp 55 ribu per kilogram, hari ini Rp 57 ribu per kilogram,” kata Hening saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Mei 2017.

    Hening mengatakan, sejumlah daerah bersiap melakukan operasi pasar mengantisipasi kenaikan harga bahan makanan. “Beberapa daerah sudah merencanakan untuk komoditas tertentu yang dianggap punya peluang agak melonjak,” kata Hening.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.