Tujuh Sektor Tertekan, IHSG Melemah di Akhir Sesi I  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin, 15 Mei 2017. IHSG melemah 0,28 persen atau 15,74 poin ke level 5.659,47 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,26 persen atau 14,59 poin di level 5.689,80.

    Baca: Saham-Saham Ini Diproyeksi Melesat Setiap Ramadan

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.656,63-5.693,99. Dari 546 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 117 di antaranya menguat, 155 saham melemah, dan 274 saham stagnan.

    Baca: Bergerak ke Zona Hijau, IHSG Menguat 14,59 Poin

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor tambang (-1,40 persen) dan aneka industri (-1,08 persen). Sedangkan sektor properti dan finansial masing-masing menguat 0,35 persen dan 0,11 persen.

    Di pasar regional, indeks FTSE Straits Time Singapura siang ini terpantau menguat 0,39 persen, indeks SE Thailand melandai 0,36 persen, indeks PSEi Filipina melemah 0,21 persen, sedangkan indeks FTSE Malay KLCI turun 0,12 persen.

    Sinarmas Securities menyebutkan IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap menguatnya isu proteksionisme perdagangan dalam pertemuan G7 di Italia.

    Namun perkiraan adanya kenaikan data ekspor dalam negeri yang cukup tinggi pada April 2017 akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks. Tim analis Sinarmas Securities menyebutkan BPS mencatat nilai ekspor dan impor April 2016 masing-masing US$ 11,45 miliar dan US$ 10,78 miliar sehingga ada surplus neraca perdagangan US$ 667,2 juta.

    Selain itu, Presiden Joko Widodo mengundang Presiden Rakyat Tiongkok Xi Jinping untuk berinvestasi pada industri turunan minyak kelapa sawit yang kemungkinan akan memberikan sentimen positif bagi sektor CPO. "Secara teknikal, indeks Senin, 15 Mei 2017, IHSG diprediksi bergerak di kisaran 5.700-5.650," kata tim analis Sinarmas Securities dalam riset.

    Adapun nilai tukar rupiah terpantau masih menguat 0,11 persen atau 14 poin ke Rp13.316 per dolar Amerika Serikat pada pukul 11.57. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.315-13.328.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.