Investasi Energi, Mitsubishi Anggap Indonesia Sangat Penting  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COTokyo - President Mitsubishi Corp Tahehiko Kakiuchi menyatakan Mitsubishi Corp berkomitmen membantu perekonomian Indonesia dengan terlibat dalam sejumlah proyek energi nasional. Perusahaan ini telah berinvestasi sejak sangat lama di Indonesia dengan total nilai mencapai US$ 6 miliar. "Total investasi kami lebih dari US$ 6 miliar dan itu yang terbesar di Indonesia," ujar Kakiuchi saat bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di Tokyo, Senin, 15 Mei 2017.

    Dalam pertemuan itu hadir pula Duta Besar Indonesia, Arifin Tasrif, dan Utusan Khusus untuk Jepang, Rahmat Gobel. Dari pihak Mitsubishi, pejabat lain yang hadir adalah Executive Vice President-Infrastructure Sakuma, Senior Vice President-Energy Hasegawa, Senior Vice President Global Strategy Takada, Presdir Mitsubishi Corp Indonesia Kurahashi, dan Regional Coordinator for Indonesia Komiya.

    Kakikuchi mengatakan dukungan pemerintah amat penting terhadap kelanjutan investasi Mitsubishi. "Lebih dari 80 ribu pekerja Indonesia bekerja di kami, itu jumlah terbanyak di dunia. Jadi Indonesia itu negara yang sangat penting bagi kami," katanya.

    Jonan mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap investasi Mitsubishi di Tanah Air. "Kami berharap ada masukan untuk mengembangkan kerja sama ini," tuturnya.

    Jonan menyebut pemerintah Indonesia saat ini mengembangkan strategi sektor energi yang membutuhkan investasi besar untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan beralih pada sumber gas alam serta energi baru terbarukan.

    Selain di bidang otomotif, investasi Mitsubishi di sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia meliputi bidang minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, dan pertambangan. Kegiatan investasi Mitsubishi Corporation di Indonesia di bidang minyak dan gas bumi adalah di proyek LNG Donggi Senoro, Blok Senoro-Toili.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).