Neraca Perdagangan pada April Surplus USD 1,24 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto (tengah) menyampaikan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, 7 November 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto (tengah) menyampaikan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, 7 November 2016. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada April 2017 mengalami surplus USD 1,24 miliar. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, nilai ekspor pada April tersebut mencapai USD 13,17 miliar. Sementara itu,  nilai impor pada April mencapai USD 11,93 miliar.

    Baca: BI: Surplus Perdagangan per Maret 2017 Turun US$ 1,23 Miliar

    "Kami berharap, pada bulan-bulan berikutnya, surplus ini lebih bagus lagi sehingga neraca perdagangan  dapat mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia," ujar Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.

    Berdasarkan data BPS, surplusnya neraca perdagangan  dipicu oleh sektor nonmigas yang surplus USD 1,87 miliar. Sementara itu, sektor migas mengalami defisit USD 0,63 miliar. Dari sisi volume, neraca perdagangan surplus 31,38 juta ton di mana sektor non migas surplus 32,13 juta ton dan sektor migas defisit 0,75 juta ton.

    Selama Januari-April 2017, menurut Kecuk, nilai neraca perdagangan Indonesia juga mengalami surplus, yakni mencapai USD 5,33 miliar. Nilai ekspor sepanjang tahun ini mencapai USD 53,86 miliar. Sementara itu,  nilai impor selama Januari-April mencapai USD 48,53 miliar.

    Baca: Tertinggi Sejak 2015, Surplus Neraca Perdagangan US ...

    Kecuk menambahkan, neraca perdagangan Indonesia surplus dibandingkan India sebesar USD 3,36 miliar, Amerika Serikat USD 3,23 miliar, dan Belanda USD 1,05 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan  defisit dibandingkan Cina sebesar USD 4,10 miliar, Thailand USD 1,21 miliar, dan Australia USD 997 juta.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.