Senin, 19 Februari 2018

Akhirnya Pinjaman Cina USD 4,5 Miliar Untuk Kereta Cepat Cair

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 14 Mei 2017 21:55 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akhirnya Pinjaman Cina USD 4,5 Miliar Untuk Kereta Cepat Cair

    Seorang awak media mengabadikan kereta CRH5H saat diresmikan di Changchun, Jilin, Cina, 11 November 2016. Kereta CRH5H merupakan kereta sleeper berkecepatan tinggi pertama yang dimiliki Cina. chinanews.com

    TEMPO.CO, BEIJING - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) akhirnya mendapatkan komitmen pinjaman dari China Development Bank senilai US$4,5 miliar. Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama China Development Bank, Hu Huaibang

    Cairnya pinjaman tersebut dilakukan usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping di Great Hall of People, Ahad 14 Mei 2017 malam.

    Baca: KCIC dan HSRCC Resmi Garap Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Hanggoro mengatakan fasilitas peinjaman itu setara 75 persen dari kebutuhan pembiayaan proyek kereta cepat US$6 miliar. Sisanya, kata Hanggoro, adalah modal dari para pemegang saham dari kedua sisi, baik dari Indonesia maupun China.

    "Jadi tadi sudah ditandatangani MoU yang merupakan tindak lanjut kerja sama kedua negara untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung," kata Hanggoro, Ahad 14 Mei 2017.

    Baca: Luhut Ungkap Kelemahan Cina dalam Proyek Kereta Cepat

    Dia menambahkan, dengan diteken kesepakatan pembiayaan ini, maka semua persyaratan yang tertuang dalam perjanjian pinjaman sudah dipenuhi.

    Selain kedua kepala negara, penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.

    BISNIS


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Globalisasi Cinta, Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Menikah

    Ucapan Vicky Prasetyo soal Angel Lelga, Saya merasa reboisasi hati ini kian menjalar ketika globalisasi cintamu merasuk indepenisasi hatiku..."