Cina Sesumbar Siap Gelontorkan Rp 1.652 Tuntuk Jalur Sutra Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Donald Trump bersalaman dengan Presiden China, Xi Jinping saat menjamu makan malam di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, 6 April 2017. REUTERS/Carlos Barria

    Presiden AS, Donald Trump bersalaman dengan Presiden China, Xi Jinping saat menjamu makan malam di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, 6 April 2017. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Cina Xi Jinping menjanjikan akan menggelontorkan dana hingga US$ 124 miliar atau sekitar Rp 1.652 triliun untuk mewujudkan proyek ambisinya pembangunan infrastruktur Jalur Sutra baru. Jinping menawarkan negara lain untuk bekerja sama karena proyek Jalur Sutra baru ini merupakan upaya untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran dunia.

    Baca: RI Tawarkan Sejumlah Proyek Infrastruktur di KTT OBOR

    "Jalur Sutra diharapkan bisa menjadi platform baru dalam menjalin kerja sama menuju pertumbuhan ekonomi dunia yang terbuka," ucap Xi saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing, Cina, seperti dilansir dari 4.traders.com, Sabtu, 13 Mei 2017. KTT OBOR yang berlangsung pada 14-15 Mei 2017 ini diikuti 50 negara dan 29 kepala negara yang hadir, termasuk Presiden Joko Widodo.

    Xi menyebutkan keseriusan pemerintah Cina untuk menggelontorkan dana secara masif di dalam proyek Jalur Sutra baru. Saat itu sudah ada dana masuk ke Silk Road Fund sebesar US$ 14,50 miliar dan dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar 250 miliar yuan. Proyek ambisius Jalur Sutra baru ini diperkirakan akan menelan biaya hingga US$ 1 triliun.  

    Para diplomat mengkritisi pertemuan para petinggi negara di KTT OBOR yang diprakarsai Cina. Mereka menilai pertemuan tersebut merupakan upaya Cina untuk memperluas pengaruhnya di dunia internasional.

    Baca: Pertama, Kereta Barang Jalur Sutra dari Cina Tiba di...

    Namun Xi membantah kekhawatiran para diplomat barat. Ia menyebutkan skema yang ditawarkan Cina dalam proyek Jalur Sutra baru terbuka untuk semua negara dan diklaim sebagai kerja sama yang saling menguntungkan. Pertemuan ini digagas untuk kemakmuran bersama. "Ini bukan merupakan manuver geopolitik," ucap Xi.

    SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.