BPJS Ketenagakerjaan Gencar Sosialisasi Program Jaminan Pensiun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo BPJS Ketenagakerjaan. wikipedia.org

    Logo BPJS Ketenagakerjaan. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tengah gencar mensialisasikan program jaminan pensiun sepanjang tahun ini. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi pekerja di hari tua.

    Baca: BPJS Ketenagakerjaan Keluhkan Banyak Perusahaan Belum Daftar

    "Kita semua tentunya tidak ada yang ingin masa pensiun nanti memiliki keterbatasan dari segi finansial," ujar Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, M. Krishna Syarif, di kawasan Car Free Day, Sudirman, Jakarta, Minggu, 15 Mei 2017.

    Krishna mengatakan pihaknya pun sengaja merancang sosialisasi yang unik dan menarik minat masyarakat. "Iya harus menarik agar masyarakat bisa datang, dan kami lakukan di seluruh Indonesia," katanya. Hingga saat ini total kepersertaan
    BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai 20 juta peserta.

    Krishna optimistis jumlah kepersertaan itu akan terus bertambah, sehingga perlindungan dan jaminan asuransi untuk  pekerja dapat terwujud. BPJS Ketenagakerjaan hingga triwulan 1 2017 telah mengelola dana para pekerja yang menjadi pesertanya sebesar Rp 269 triliun. Angka itu meningkat 19 persen dari posisi yang sama di 2016.

    Dana tersebut berasal dari iuran para pekerja yang akan dipergunakan seluruhnya untuk pemberian manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JKm). Adapun sebagian
    besar dari dana kelolaan itu merupakan dana milik peserta BPJS Ketenagakerjaan atau disebut Dana Jaminan Sosial (DJS), serta hanya sebagian kecil yang merupakan aset BPJS.

    Secara komposisi alokasi aset, dana kelolaan itu paling banyak ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 52 persen, obligasi BUMN 9 persen, obligasi korporasi swasta 1 persen, saham 16 persen, deposito 14 persen,
    reksa dana 7 persen, dan investasi langsung 1 persen.

    Baca: Menggembirakan, Investasi BPJS Ketenagakerjaan ...

    Sementara itu, total investasi yang terkait dengan pemerintah (SBN,BUMN, dan BUMD) telah mencapai 86 persen dari total dana. Berdasarkan portofolio tersebut, BPJS Ketenagakerjaan melaporkan hasil investasi yang dicapai pada periode
    triwulan I 2017 mencapai Rp 6 triliun dengan Yield On Investment (YOI) Annualized mencapai 9,31 persen.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.