RI Tawarkan Sejumlah Proyek Infrastruktur di KTT OBOR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di dampingi Menteri koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kanan), menunggu kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence, yang akan melakukan pertemuan bilateral, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 20 April 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di dampingi Menteri koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kanan), menunggu kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence, yang akan melakukan pertemuan bilateral, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 20 April 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Beijing - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam  Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (OBOR) di Beijing, Cina untuk mendukung pemerataam pembangunan
    infrastruktur di Indoenesia. "Strategi kita untuk pembangunan berkesinambungan dan seimbang antara Jawa dan luar Jawa, itu yang kita coba tawarkan ke Cina untuk bisa menjadi satu bagian pembangunan secara berkelanjutan," katanya kepada wartawan di Beijing, seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas Kemenko Maritim, Minggu 14 Mei 2017.

    Baca: Bahas KTT OBOR, Sejumlah Menteri Merapat di Kemenko Maritim

    Sejumlah proyek yang ditawarkan, menurut Luhut ada di Manado, yang berfokus pada pembukaan konektifitas antar wilayah dan bidang transportasi."Lapangan terbang Manado itu sudah maksimal tidak bisa diperpanjang lagi karena terhambat
    gunung, sekarang panjangnya 2800 meter.”

    Luhut  menambahkan ada area seluas beberapa ribu hektare yang bisa dikembangkan di kawasan Manado. “Gubernurnya sudah menawarkan wilayah itu," katanya. Proyek pembukaan pusat transportasi dan akomodasi baru yang dapat
    menghubungkan wilayah Indonesia Timur dengan luar negeri pun akan dipresentasikan calon penanam modal.

    "Kami juga berencana membangun rel kereta api dari Gorontalo ke Bitung, sehingga bisa menjadi hub di wilayah timur (Indonesia). Bitung itu lokasinya cukup strategis, kalau ditarik garis lurus itu bisa menuju Darwin (Australia), dan kalau ditarik garis lebih jauh lagi bisa sampai Jepang," ujar Luhut.

    Menurut Luhut, wilayah Indonesia Tengah  menjanjikan untuk pembangunan PLTA seperti  proyek hydro power di Kalimantan Utara. “Di sana ada potensi hydropower sebesar 7700 megawatt, mungkin kita tawarkan 3 atau 4 tahap. Mimpi kita nanti ingin bangun alumunium smelter di sana.”

    Luhut berujar, selain di kawasan Indonesia Timur, ada sejumlah proyek di Indonesia Barat. Proyek di kawasan Barat yang dimaksud, salah satunya perpanjangan jalur kereta api dari Kuala Tanjung yang akan disambungkan ke wilayah Danau Toba,
    Duri, Dumai dan Pekanbaru.

    Baca: Menhub Tawarkan Pelabuhan Bitung dan Kuala Tanjung ke KTT Obor

    Jika investasi terwujud, kata Luhut, Indonesia dan Cina bisa mendapat keuntungan, disertai transfer teknologi kepada karyawan lokal yang merupakan syarat mutlak. KTT OBOR di Beijing diikuti 50 negara. Dari seluruh delegasi yang datang,
    terdapat 29 kepala negara dan kepala pemerintahan seperti Presiden Jokowi, Perdana Menteri Malaysia Nadjib Abdul Razak, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.