Harga Pangan Bergejolak, Polri Bentuk Satgas Khusus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Tito Karnavian didampingi Mendagri, Mentan, Kabulog, dan Menteri Perdagangan memberikan keterangan pers seusai kegiatan vicon menjaga Stabilitas Harga Bahan Pangan dan Lainnya menjelang Ramadhan & Idul Fitri 2017 di Mabes Polri, 3 Mei 2017. TEMPO/ALBERT/MAGANG

    Kapolri Jendral Tito Karnavian didampingi Mendagri, Mentan, Kabulog, dan Menteri Perdagangan memberikan keterangan pers seusai kegiatan vicon menjaga Stabilitas Harga Bahan Pangan dan Lainnya menjelang Ramadhan & Idul Fitri 2017 di Mabes Polri, 3 Mei 2017. TEMPO/ALBERT/MAGANG

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pihaknya telah membentuk satuan tugas masalah pangan. Alasannya untuk memberikan perhatian penuh terhadap gejolak harga pangan di masyarakat.

    "Kami memberi perhatian dari tingkat produsen, rantai distribusi sampai di tingkat konsumen," kata Setyo Wasisto saat ditemui di Pasar Beras Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu, 13 Mei 2017.

    Setyo menuturkan Satgas ini sudah ada dari mulai tingkat pusat sampai ke Polres-polres di daerah, di mana nantinya tiap daerah memberikan laporan yang akan dievaluasi oleh pusat soal peningkatan harga komoditas pangan.

    Sejauh ini, Setyo yang menjabat sebagai Ketua Satgas Pangan di tingkat pusat sudah melihat ada gejolak di sejumlah daerah. Sejauh ini semua gejolak dianggap dalam taraf yang aman. "Dari tingkat produsen dan konsumen pasti ada middle man, boleh saja asal untungnya masih wajar," ujarnya.

    Setyo melihat selama pedagang menerapkan segala yang diatur oleh pemerintah dengan baik, maka tak perlu takut terkena sanksi. Lebih lanjut, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha jika ditemukan ada monopoli di lapangan.

    Setyo berharap saat ramadan dan Idul Fitri nanti harga-harga komoditas terkendali dan tak ada kenaikan harga pangan yang luar biasa. "Mudah-mudahan terkendali semua ya, dan tak ada kenaikan harga yang luar biasa ya," tuturnya.

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan dengan kondisi stok komoditas yang memadai maka tak ada alasan harga komoditas naik. Jika pun naik, maka sudah tugas Satgas yang dibentuk Polri untuk bergerak dan menangani masalah ini.

    Menurut Amran, Satgas ini memantau semua gejolak harga pangan di kota-kota besar di Indonesia. "Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dipantau dan masih aman," ucap Amran.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.