BI Musnahkan Uang Rupiah Usang

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Seorang petugas Bank Indonesia menghitung uang kertas lama dan rusak, di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (5/6). Untuk menjaga uang rupiah yang beredar berada dalam kualitas yang baik, BI menerapkan kebijakan penukaran atau penggantian uang tidak layak edar. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Padang - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat memusnahkan uang rupiah tidak layak edar senilai Rp2,99 triliun pada triwulan I/2017.

"Jumlah tersebut meningkat siginifikan dibandingkan triwulan IV/ 2016 yang hanya Rp1,14 triliun atau naik 161,15 persen," kata Kepala BI perwakilan Sumatera Barat Puji Atmoko di Padang, Jumat.

Ia menjelaskan uang tidak layak edar tersebut meliputi uang lusuh, cacat, rusak, dan uang yang dicabut dan ditarik peredarannya. "Uang lusuh pada umumnya bentuk fisiknya tidak berubah tapi kondisinya telah berubah seperti terkena jamur, minyak, bahan kimia dan coretan," kata dia.

Baca
Pekan Depan, Cina Cairkan Pinjaman Kereta Cepat Rp 13 Triliun  
Jalan Trans-Papua Kemungkinan Tersambung Tahun Depan
Luhut: Jika Terbukti Merusak, Freeport Harus Perbaiki Lingkungan  

Uang rusak ukuran dan fisiknya telah berubah disebabkan terbakar, berlubang, sebagian komponen hilang karena sobek. Puji menyebutkan pada 2016 jumlah uang tidak layak edar yang dimusnahkan BI Sumbar mencapai Rp5,74 triliun, 2015 sebesar Rp6,51 triliun dan 2014 sebanyak Rp4,45 triliun.

Pada sisi lain ia menyampaikan peredaran uang kartal di provinsi itu mengalami net inflow atau lebih banyak uang yang masuk dibandingkan yang telah dikeluarkan BI. Pada triwulan I/2017 uang yang masuk ke dalam sistem perbankan Sumbar mencapai Rp4,29 triliun, katanya.

Sementara pada triwulan I/2017 BI Sumbar menemukan 138 lembar uang palsu dari hasil klasifikasi perbankan, maupun dari kepolisian. Puji menyebutkan dalam enam tahun terakhir temuan uang palsu terus meningkat, pada 2012 383 lembar, 2013 392 lembar, 2014 607 lembar, 2015 573 lembar dan 2016 759 lembar.

Menariknya pada 2016 terdapat uang pecahan Rp5.000 yang dipalsukan dan yang terbanyak tetap didominasi pecahan besar yaitu Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Puji mengajak masyarakat yang ada di Sumbar untuk beralih menggunakan transaksi keuangan nontunai karena sifatnya yang lebih praktis dan efisien.

"Transaksi nontunai memiliki banyak kelebihan di antaranya lebih aman dan praktis karena penggunanya tidak perlu repot membawa uang kartal," kata dia.

Puji mengatakan selain lebih praktis, transaksi nontunai juga lebih hemat karena Bank Indonesia tidak perlu banyak mencetak uang kartal. Ia menambahkan, transaksi nontunai juga akan menghindari terjadinya kasus pengembalian uang saat berbelanja dengan permen karena jika nontunai berapa pun nilai nominal transaksi dapat dilakukan.

ANTARA






OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

22 jam lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

1 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

2 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

2 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

2 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

3 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

3 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

3 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


Rupiah Kian Tertekan Hingga Tembus 15.000-an per Dolar AS, Gubernur BI: Mestinya Menguat

3 hari lalu

Rupiah Kian Tertekan Hingga Tembus 15.000-an per Dolar AS, Gubernur BI: Mestinya Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian tertekan hingga hari ini, Kamis, 22 September 2022. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah di level Rp 15.033 setelah kemarin di level Rp 15.011.


Gubernur BI: Survei Harga Tunjukkan Inflasi September Naik Jadi 5,89 Persen

3 hari lalu

Gubernur BI: Survei Harga Tunjukkan Inflasi September Naik Jadi 5,89 Persen

Perkiraan angka inflasi pada September 2022 yang sudah menembus 5,89 persen secara tahunan dari realisasi Agustus 2022 sebesar 4,69 persen.