Harga Emas Berjangka Menguat Karena Pelemahan Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biji emas sebagai bahan baku pembuatan emas batangan di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) tersebut mampu memproduksi 70 ton emas per tahun. Tempo/Tony Hartawan

    Biji emas sebagai bahan baku pembuatan emas batangan di lokasi pembuatan emas Antam, Jakarta, 15 Juni 2015. Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) tersebut mampu memproduksi 70 ton emas per tahun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih tinggi pada Kamis atau Jumat pagi WIB, 12 Mei 2017, karena dolar AS mengambil istirahat sejenak dari penguatan baru-baru ini serta pasar ekuitas AS dan Eropa menurun.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 5,3 dolar AS atau 0,43 persen menjadi menetap di 1.224,20 dolar AS per ounce.

    Dolar AS, yang diukur dengan Indeks Dolar AS, diperdagangkan kurang dari 0,1 persen lebih rendah pada pukul 18.25 GMT, namun diperkirakan akan mencatat kenaikan mingguan sekitar satu persen. Sementara itu, pasar ekuitas AS dan Eropa memperlihatkan kerugian yang luas.

    Jeda dalam penguatan greenback, serta penurunan di pasar saham, membantu membuat emas lebih menarik bagi para investor.

    Logam kuning sempat memangkas kenaikannya setelah data pada Kamis, 11 Mei 2017, menunjukkan harga produsen AS naik 0,5 persen pada April, yang lebih baik dari ekspektasi para ekonom.

    Perak untuk pengiriman Juli bertambah 5,8 sen atau 0,36 persen menjadi ditutup pada 16,265 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 7,8 dolar AS atau 0,86 persen menjadi ditutup pada 917,7 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?