Bahas KTT OBOR, Sejumlah Menteri Merapat di Kemenko Maritim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (kanan) berbincang dengan Mendagri Tjahjo Kumolo (tengah) dan Menkumham Yasonna Laoly (kiri) sesaat sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 15 Maret 2017. Sidang kabinet tersebut membahas kapasitas fiskal (Resource Envelopes) dan pagu anggaran indikatif RAPBN 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (kanan) berbincang dengan Mendagri Tjahjo Kumolo (tengah) dan Menkumham Yasonna Laoly (kiri) sesaat sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 15 Maret 2017. Sidang kabinet tersebut membahas kapasitas fiskal (Resource Envelopes) dan pagu anggaran indikatif RAPBN 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menggelar pertemuan terkait dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road (OBOR) 2017. Sejumlah menteri nampak merapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan rapat membahas persiapan final Presiden Joko Widodo menghadiri KTT OBOR. Presiden nantinya akan menghadiri pertemuan bilateral dengan pemimpin negara yang hadir. "Presiden Joko Widodo juga akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping," kata dia isai rapat di kantornya, Jakarta, Kamis, 11 Mei 2017.

    BacaPemerintah Tawarkan Proyek Infrastruktur di KTT Obor Cina

    KTT OBOR akan digelar di di Beijing, Cina, pada 14-15 Mei 2017. Presiden Jokowi dijadwalkan hadir bersama 27 pemimpin negara. KTT akan dibuka oleh Presiden Cina Xi Jinping.

    Rapat di kantor Luhut juga membahas peluang investasi untuk menyeimbangkan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pihaknya akan menawarkan investasi proyek-proyek konektivitas di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara. "Khusus dua daerah itu," kata dia.

    Dari sektor energi, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar menyiapkan proyek kilang Bontang, Kalimantan Timur. "Kami hanya tawarkan satu biar fokus," katanya. Archandra mengatakan peluang investasi di kilang tersebut sekitar US$ 15 miliar.

    Selain ketiga menteri di atas, rapat persiapan dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.