Aset Dana Pensiun Dilaporkan Tumbuh 12,22 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pensiunan menunggu proses pencairan gaji 13, pensiun, dan rapel pensiun di Kantor Pos Bandung, Jawa Barat, 6 Juli 2015. Lama antrean ini karena petugas kewalahan menangani pencairan dana pensiun Asabri sekaligus tanpa jeda waktu. TEMPO/Prima Mulia

    Pensiunan menunggu proses pencairan gaji 13, pensiun, dan rapel pensiun di Kantor Pos Bandung, Jawa Barat, 6 Juli 2015. Lama antrean ini karena petugas kewalahan menangani pencairan dana pensiun Asabri sekaligus tanpa jeda waktu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai total aset sektor dana pensiun pada akhir Maret 2017 bertumbuh 12,22 persen.

     Data Otoritas Jasa keuangan tentang Statistik Dana Pensiun per Maret 2017 menunjukkan total aset dana pensiun mencapai Rp246,80 triliun. Realisasi itu bertumbuh 12,22 persen  (year-on-year/yoy) sebab pada periode yang sama tahun lalu nilai aset sektor layanan jasa keuangan ini tercacat senilai Rp220,13 triliun.

     

    Jika dirinci, maka nilai aset dana pensiun pemberi kerja (DPPK) yang menjalankan program pensiun manfaat pasti (PPMP) tumbuh 5,58 persen (yoy) menjadi Rp150,49 triliun.

     

    Sedangkan, total aset DPPK yang menjalankan program pensiun iuran pasti (PPIP) bertumbuh 17,52 persen (yoy) menjadi Rp27,45 triliun dan aset Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bermbuh 26,98 persen (yoy) menjadi Rp68,86 triliun.

     

    Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto baru-baru ini menjelaskan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan industri dana pensiun sehingga mampu memberikan kenaikan kesejahteraan yang layak bagi pekerja, baik pada saat aktif bekerja maupun di hari tua. Pasalnya, pertumbuhan aset dinilai masih terbilang kurang signifikan.

     

    “Pertumbuhan industri dana pensiun masih begitu lambat. OJK sangat berkepentingan untuk memfasilitasi perkembangan industri dana pensiun ke depannya,” kata Rahmat.

     

    Untuk itu, sambung dia, OJK melihat perlu upaya bersama dengan sejumlah pemangku kepentingan lain untuk menyikapi tumpang tindih kerangka peraturan terkait kesejahteraan pekerja dan bersama-sama melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program pensiun agar dapat bersinergi dengan program kesejahteraan lain bagi para pekerja.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.